• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bau dan Jorok, Ada Kolam Hijau Diduga Limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Padangsidimpuan

by Redaksi
Jumat, 5 Juni 2026
0 0
0
Bau dan Jorok, Ada Kolam Hijau Diduga Limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Padangsidimpuan

Satgas MBG Kota Padangsidimpuan bakal mengecek kolam hijau yang diduga limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Desa Manunggang Jae. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Temuan kolam hijau pekat diduga limbah cair dari SPPG Bangun Muda Asahan Kota Padangsidimpuan memicu respons Satgas MBG. Pengelola sebut kolam tua. Praktisi hukum ingatkan aturan BGN.

Padangsidimpuan, StartNews – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Padangsidimpuan bakal turun ke lapangan untuk mengecek operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangun Muda Asahan di Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Pengecekan bakal dilakukan menyusul adanya temuan kolam kecil berisi air hijau pekat dan tumpukan sampah yang diduga saluran pembuangan limbah cair dari dapur operasional program MBG tersebut.

Kepastian untuk mengusut kondisi kelayakan dapur ini disampaikan oleh Satgas MBG Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki. Dia mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi internal demi memastikan fasilitas yang menyuplai ribuan porsi makanan anak sekolah ini tetap higienis dan mematuhi regulasi lingkungan.

“Jika tidak sesuai ketentuan, kita koordinasikan dengan Korwil, Pak,” ujar Rahmat Marzuki.

Kondisi fasilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Bangun Muda Asahan ini kali pertama mencuat saat investigasi lapangan dilakukan pada Kamis (21/5/2026). Selain keberadaan kolam hijau pekat tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, aroma tidak sedap dari tumpukan karung sampah yang dihinggapi lalat juga dikhawatirkan mencemari proses produksi pangan.

Padahal, menurut Akuntan SPPG Wiyah Matondang, dapur komersial ini memproduksi sekitar 2.533 porsi makanan setiap hari untuk didistribusikan ke 13 sekolah di wilayah setempat.

Di sisi lain, pihak pengelola SPPG terkesan defensif saat dikonfirmasi mengenai kelayakan pembuangan limbah mereka.

Kepala SPPG berinisial BRA sempat mempertanyakan legalitas media dalam menanyakan perihal IPAL, sebelum akhirnya berjanji akan menutup kolam tersebut dan melanjutkan proses renovasi dapur.

Dalih senada juga disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Padangsidimpuan yang menyebut tempat penampungan itu merupakan bak lama. Meski demikian, pihak Korwil memastikan evaluasi total akan segera dilakukan demi menjaga kualitas program prioritas nasional ini.

“Terimakasih laporan dan informasinya, Pak. Mari kita kawal program bapak Presiden ini,” tandas Korwil SPPG.

Kelalaian dalam pengelolaan limbah domestik dapur komersial ini dinilai berimplikasi hukum serius. Praktisi hukum Febry Alamsyah Lubis mengingatkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) RI Nomor 1 Tahun 2026 secara ketat mewajibkan setiap SPPG mengelola sisa pangan dan limbah domestiknya.

Tidak hanya itu, operasional ini juga terikat Keputusan Menteri LH Nomor 2760 Tahun 2025 serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pengelolaan limbah ini sangat penting karena air cucian dan sisa makanan dapur komersial memiliki kandungan lemak dan minyak tinggi yang dapat merusak lingkungan jika dibuang langsung,” tegas Febry Alamsyah.

Dugaan pelanggaran ini juga memantik reaksi dari aktivis Kota Padangsidimpuan, Stevson Ompusungu. Dia mengatakan laporan hasil keluaran IPAL wajib diperiksa secara berkala setiap tiga bulan.

Kini, masyarakat menunggu ketegasan Satgas MBG untuk memastikan Yayasan Bangun Muda Asahan segera membangun IPAL standar baku mutu demi menjamin higienitas pasokan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Reporter:  Lily Lubis

Tags: Bangun Muda AsahanKolam HijauLimbahPadangsidimpuanSPPG
ShareTweet
Next Post
Menyamar Jadi Petani, Pria Ini Jadikan Gubuk Ladang Tempat Transaksi Sabu

Menyamar Jadi Petani, Pria Ini Jadikan Gubuk Ladang Tempat Transaksi Sabu

Discussion about this post

Recommended

Pemkab Madina Segera Dirikan BUMD Kebun Sawit untuk Dongkrak PAD

Pemkab Madina Segera Dirikan BUMD Kebun Sawit untuk Dongkrak PAD

1 tahun ago
Dinas PMD Madina dan Panitia Sosialiasi Pilkades Serentak di Kotanopan

Dinas PMD Madina dan Panitia Sosialiasi Pilkades Serentak di Kotanopan

3 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Salurkan 62 Ribu Paket Bantuan Beras dan Minyak Goreng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Cilacap Rencanakan Uang Hasil Pemerasan untuk THR Forkopimda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026