• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Atika Nilai Festival Permainan Leluhur di Tambangan Banyak Manfaat

by Redaksi
Kamis, 6 Juni 2024
0 0
0
Atika Nilai Festival Permainan Leluhur di Tambangan Banyak Manfaat
ADVERTISEMENT

Tambangan, StartNews – Pemerintah Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) merilis program baru bertajuk Festival Permainan Leluhur dan Pemberian Makanan Tambahan pada Anak dan Balita di Desa Muaramais, Kecamatan Tambangan, Madina, Kamis (6/6/2024).

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menilai program itu baik untuk anak-anak. Permainan tradisional, permainan yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat dan sesuai dengan adat di suatu tempat.

Permainan tradisional, kata Atika, biasanya memakai bahan dan barang-barang sederhana yang banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan bermain tanpa gadget, anak-anak banyak melatih kemampuan diri seperti menjadi lebih fokus, melatih motorik halus dan kasar. Belajar menjadi sebuah kelompok untuk saling menghargai hingga dapat meningkatkan kemampuan berhitung, dan menciptakan suasana menyenangkan.

Saat anak-anak bermain, selain kita melihat mereka bersenang-senang, mereka juga akan belajar banyak hal. Salah satunya melatih teamwork dan belajar sabar, kata Atika.

Atika memberi contoh, dengan bermain ada yang menang dan kalah. Anak-anak bisa tahu cara untuk ikhlas saat kalah bermain. Dari situ mereka akan terlatih, lanjutannya.

Menurut Atika, gawai banyak membuat manusia terlena. Dengan membuka sosial media tanpa disadari anak-anak akan terlena dengan waktu dan meninggalkan kewajiban mereka.

Nanti niatnya buka tiktok sebentar, nggak sadar mahal jadi sejam, malah jadi seharian. PR adik-adik jadi nggak ada yang selesai. Inilah hal yang buruk dan tidak bertanggungjawab, kata Atika.

Kegiatan ini didasari atas keresahan anak-anak menggunakan gawai yang berlebihan. Menurut Atika, penggunaan gawai yang berlebihan memiliki dampak yang sangat negatif.

Beberapa permainan yang dirilis yaitu, engrang, mewarnai, lompat tali, terompah gajah, terompah panjang, congklak, kelereng, jembatan tapanuli.

Reporter: Ika Rodhiah

Tags: AtikaFestivalPermainan Leluhur
ShareTweet
Next Post
Wabup Madina Minta APH Tangkap Calo Kios Pasar Baru Panyabungan

Wabup Madina Minta APH Tangkap Calo Kios Pasar Baru Panyabungan

Discussion about this post

Recommended

Petani di Pantai Barat Terima Bantuan Benih Kedelai dari Kementan

Petani di Pantai Barat Terima Bantuan Benih Kedelai dari Kementan

3 tahun ago
Kotatua Tapsel Diterjang Banjir Bandang, 700 Warga Terpaksa Mengungsi

Kotatua Tapsel Diterjang Banjir Bandang, 700 Warga Terpaksa Mengungsi

1 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Bidik Jaya sebagai Tersangka Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Pengedar Ganja yang Dipasok dari Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025