• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Atasi Lonjakan Covid-19, Gus AMI Minta Polindes Jadi Sentra Vaksinasi

by Redaksi
Kamis, 24 Juni 2021
0 0
0
Atasi Lonjakan Kasus Covid-19, Gus AMI Sarankan Langkah Ini

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI).

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) meminta pemerintah memanfaatkan Poliklinik Desa (Polindes) sebagai sentra vaksinasi.

Gus AMI menyampaikan hal itu terkait lonjakan kasus Covid-19 yang terus terjadi dalam dua pekan terakhir. Di sisi lain proses vaksinasi belum berjalan optimal.

Kami meminta pemerintah terus menggenjot upaya vaksinasi Covid-19. Manfaatkan poliklinik desa sebagai sentra vaksinasi agar daya jangkaunya lebih luas dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, kata Gus AMI melalui rilisnya, Kamis (24/6/2021).

Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Covid-19 DPR RI ini menjelaskan, sentra vaksinasi saat ini masih terpusat di Puskemas. Padahal, sebagian besar keberadaan Puskesmas ada di tingkat kecamatan. Situasi ini membuat sebagian masyarakat enggan untuk mengikuti program vaksinasi.

Salah satu kendala belum optimalnya program vaksinasi adalah masyarakat di pedesaan kesulitan mengakses sentra vaksinasi yang berbasis Puskemas. Harusnya sudah dipikirkan bagaimana membuat Polindes (Poliklinik Desa) yang jangkauannya lebih dekat dengan masyarakat bisa jadi sentra vaksinasi, tutur Ketua Umum DPP PKB itu.

Gus AMI mengungkapkan program vaksinasi di Indonesia relatif tertinggal dari beberapa negara lain. Vaksinasi di India, misalnya, saat ini sudah menyentuh angka 232.744.813 warga untuk vaksin dosis pertama atau hampir 17 persen dari total populasi. Vaksinasi di China sudah menyentuh lebih dari 1 miliar penduduk.

Sedangkan di Indonesia vaksinasi dosis pertama masih baru menyentuh 24 jutaan warga. Target sejuta vaksinasi per hari juga masih belum terealisasi, tegas politisi PKB itu.

Meski begitu, dia mengatakan stok vaksin di Indonesia relatif aman. Akhir pekan lalu Indonesia kembali menerima 10 juta dosis vaksin corona produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk. Dengan kedatangan vaksin ini, jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia sejauh ini sebanyak 104.728.400 dosis.

Rinciannya, yaitu 94,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac, 8.228.400 dosis vaksin AstraZeneca, dan 2 juta dosis vaksin Sinopharm.

Ketersediaan vaksin bisa dikatakan aman. Saat ini tinggal bagaimana kita memaksimalkan daya jangkau vaksinasinya sehingga bisa menyentuh ke setiap lapisan masyarakat, katanya.

Gus AMI mengakui jika ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin. Berdasarkan riset Universitas Padjajaran diketahui setidaknya masih ada 30 persen masyarakat menolak vaksinasi. Dia pun menyarankan agar pemerintah mengandeng tokoh-tokoh agama untuk menyosialisasikan pentingnya vaksinasi.

Dalam hemat saya peran tokoh agama ini harus lebih ditingkatkan untuk menyosialisaikan pentingnya vaksinasi. Karena harus diakui jika ada masyarakat yang menolak vaksin karena alasan keyakinan, jadi ya harus didekati secara keyakinan pula, pungkasnya.

Reporter: Rls

Tags: Abdul Muhaimin IskandarDPRGus AmiLonjakan Covid-19PKB
ShareTweet
Next Post
Susah Tidur di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Susah Tidur di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Discussion about this post

Recommended

Febriani, Calon Haji Termuda dari Madina Tahun Ini

Febriani, Calon Haji Termuda dari Madina Tahun Ini

11 bulan ago
Kemenag Kembangkan Pendidikan Berbasis Cinta

Kemenag Kembangkan Pendidikan Berbasis Cinta

1 tahun ago

Popular News

  • Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Malapraktik, Keluarga Pasien yang Tangannya Diamputasi Somasi RS Permata Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025