Panyabungan, StartNews Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution menginstruksikan kader-kadernya di tingkat kecamatan dan ranting agar berjibaku membantu masyarakat terdampak banjir di 10 kecamatan di Madina.
Bantuan yang dimaksud berupa mendirikan fasilitas tempat pengungsian, evakuasi, mendirikan posko kemanusiaan, DAN membantu logistik. Pelaksanaan bantuan itu, kata dia, harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
“Kader Pemuda Pancasila tidak boleh diam, tapi harus sigap turun tangan membantu masyarakat ini. Tunjukkan bakti dan pengabdian kita kepada masyarakat,” tutur Arjun melaui siaran persnya, Sabtu (18/12/2021).
Menurut mantan anggota DPRD Madina ini, Madina termasuk Kabupaten yang paling rawan bencana banjir dan longsor, mengingat kondisi geografis Madina terrdiri dari perbukitan yang dikelilingi 11 sungai besar.
“Kita sangat apresiasi sikap tanggap bencana oleh Bupati Madina yang telah memberikan instruksi dan koordinasi untuk langkah konkrit mengantisipasi dampak banjir ini,” katanya.
Meski demikian, Arjun menyarankan kedepannya perlu dilakukan penguatan kapasitas dan kompetensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan anggaran yang memadai, ditambah dengan personil yang cakap, sigap dengan skill yang mumpuni dan fasilitas yang lengkap.
“Madina kan daerah rawan bencana. Tentu penguatan kelembagaan BPBD harus lebih prioritas, masif, dan intensif dalam langkah preventif dan antisipatif untuk tanggap bencana. Miris kita melihat kondisi riil sekarang. Bahkan, kita menduga banyak personil di kantor BPBD yang tidak faham tupoksinya dan tidak memiliki skill bencana” tegas Arjun.
Jika memungkinkan, ujar Arjun, Pemkab Madina memfasilitasi dan membentuk Tim Relawan Tanggap Bencana dari unsur masyarakat, OKP, dan ormas di berbagai kecamatan yang dinilai rawan bencana. Relawan kemudian mendapat pelatihan kebencanaan dan honorium untuk sewaktu-waktu diterjunkan membantu pemerintah dalam menghadapi bencana.
Menyikapi bencana yang menjadi musibah tahunan pada musim penghujan, menurut Arjun, diperlukan langkah evaluasi, saran konstruktif, serta sinergitas seluruh komponen masyarakat dan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mencari format solusi terbaik dalam menghadapi bencana.
Kita juga harus lebih banyak instropeksi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak munajat doa dan zikir agar kita semuanya tetap berada dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari marabahaya dan bencana, pungkasnya.
Reporter: Saparuddin Siregar





Discussion about this post