• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Ancaman Ganda Hidrometeorologi, Bobby Nasution Warning 19 Daerah di Sumut, Termasuk Madina

by Redaksi
Senin, 20 Juli 2026
0 0
0
Hujan Lebat Bikin Tanggul Jebol, Tiga Desa di Siabu Terendam Banjir

FOTO: STARTNEWS/AGUS HASIBUAN.

ADVERTISEMENT

Gubernur Sumut Bobby Nasution menerbitkan Surat Instruksi mitigasi bencana hidrometeorologi, menyoroti ancaman paradoks cuaca ekstrem di 19 daerah, termasuk Madina, yang harus bersiap menghadapi banjir sekaligus ancaman kemarau puncak pada Agustus 2026.

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menginstruksikan seluruh kepala daerah di 19 kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina), untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman ganda bencana hidrometeorologi yang diprediksi berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Pemprov Sumut kini tidak hanya fokus pada mitigasi banjir dan tanah longsor akibat sisa intensitas hujan, melainkan juga bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring masuknya puncak musim kemarau yang ekstrem pada Agustus mendatang. Perubahan cuaca yang fluktuatif ini menuntut skema mitigasi yang lebih dinamis dari setiap pemerintah daerah.

Melalui Surat Instruksi nomor 188.54/6/INST/2026 yang diterbitkan pada Minggu (19/7/2026), Bobby Nasution mengatakan daerah-daerah yang pernah luluh lantak akibat bencana serupa pada tahun 2025 harus menjadi prioritas penanganan. Kesiapsiagaan ini bersifat mendesak demi menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil yang lebih besar.

“Khusus kepada 19 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir dan tanah longsor pada tahun 2025 agar lebih meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana serupa,” tulis Bobby Nasution dalam surat edaran tersebut.

Dalam instruksi tertulisnya, Bobby memaparkan analisis zonasi risiko penanganan. Untuk periode Juli ini, wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah masuk dalam kategori risiko tinggi. Sementara 18 wilayah lain termasuk Madina, Batubara, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas, Padanglawas Utara, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba, dan Kota Padangsidimpuan berada pada kategori rendah hingga menengah dengan curah hujan berkisar antara 51 hingga 200 mm.

Meskipun status sebagian besar daerah berada pada kategori rendah-menengah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengingatkan adanya anomali cuaca, karena fase transisi atau pancaroba. Di satu sisi hujan lebat masih mengguyur akibat fenomena alam, tetapi di sisi lain cuaca terik mulai membayangi.

“Saat ini kita masuk musim pancaroba ya, dimana transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Diprediksi itu puncaknya Agustus untuk musim kemarau. Tapi memang, saat ini hujan masih terus melanda di Sumut,” ujar Tuahta, Minggu (19/7/2026).

Menyikapi ancaman musim panas yang akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang, Tuahta juga meminta seluruh BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk menyiagakan alat berat dan logistik secara penuh.

Dia juga mengimbau masyarakat agar mengubah perilaku yang memicu bencana sekunder, seperti menghentikan kebiasaan membakar sampah di area dekat hutan pada siang hari guna mencegah kebakaran lahan terbuka.

Berdasarkan data teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini dipicu fenomena Antisiklon atau pusat tekanan udara tinggi di Samudera Hindia Barat Sumut.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Ilham Haris menjelaskan, aktivitas Gelombang Kelvin dan suhu permukaan laut yang hangat turut mempercepat penumpukan uap air dan pembentukan awan konvektif secara masif. Kondisi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat ini diperkirakan masih bertahan di sebagian besar wilayah Sumut hingga beberapa hari kedepan.

Reporter: Sir

Tags: Ancaman GandaBobby NasutionHidrometeorologimadinaSumutWarning
ShareTweet
Next Post
Ditangkap di Pandangsidimpuan, Pemuda Ini Mendapat Pasokan Sabu dari Madina

Ditangkap di Pandangsidimpuan, Pemuda Ini Mendapat Pasokan Sabu dari Madina

Discussion about this post

Recommended

Alamulhaq Tinggalkan Kursi Sekda Madina, Sahnan Pasaribu Dikabarkan Penggantinya

Alamulhaq Tinggalkan Kursi Sekda Madina, Sahnan Pasaribu Dikabarkan Penggantinya

1 tahun ago
Gubernur Sumut Ingatkan Pemilih Pemula Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Gubernur Sumut Ingatkan Pemilih Pemula Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

3 tahun ago

Popular News

  • Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026