Aksi unjuk rasa warga Desa Sopobatu di Kantor Bupati Madina berakhir ricuh. Massa terlibat saling dorong dan histeris saat mendesak bupati mencopot kepala desa.
Panyabungan, StartNews – Halaman Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina) mendadak mencekam saat ratusan warga Desa Sopobatu ricuh dan terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan pada Senin (11/5/2026) siang.
Suasana yang semula penyampaian aspirasi berubah menjadi kacau ketika massa yang tersulut emosi mencoba merangsek masuk ke dalam gedung perkantoran demi bertemu langsung dengan pimpinan daerah.
Pekikan takbir dan teriakan histeris dari kaum ibu mewarnai jalannya demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 13.45 WIB tersebut. Sambil membentangkan berbagai poster tuntutan berwarna mencolok, warga secara tegas menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan kepala desa mereka saat ini.
Ketegangan memuncak saat barisan massa berupaya mendobrak blokade aparat hingga menyebabkan beberapa pendemo terlibat kontak fisik dan saling tarik dengan petugas di depan pintu masuk.
Di tengah situasi yang memanas, Asisten I Sekdakab Madina Sahnan Pasaribu akhirnya datang menemui massa untuk meredam kemarahan warga. Meskipun dihadang teriakan massa yang menuntut keputusan instan, dia berupaya membangun dialog untuk menampung aspirasi terkait dugaan penyimpangan wewenang yang dilakukan oleh kepala Desa Sopobatu.
Salah seorang koordinator aksi menegaskan warga sudah tidak bisa lagi menoleransi kepemimpinan di desa mereka karena dianggap telah merugikan kepentingan publik.
“Kami datang ke sini menuntut keadilan. Kami minta bupati segera mengambil langkah tegas karena masyarakat sudah tidak percaya lagi. Kami butuh pemimpin yang bersih, makanya hari ini kami mendesak agar kepala Desa Sopobatu segera dicopot dari jabatannya,” tegas perwakilan massa.
Hingga sore hari, aparat kepolisian dan Satpol PP terus bersiaga di area kantor bupati guna mencegah kericuhan susulan.
Warga mengancam akan bertahan dan kembali membawa massa yang lebih besar jika Pemkab Madina tidak segera memberikan kepastian hukum terkait tuntutan pencopotan tersebut demi menjaga kondusivitas di Desa Sopobatu.
Reporter: Ara Siregar





Discussion about this post