• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Wabup Atika Bicara Korelasi Ketegangan di Timur Tengah dengan Ekonomi Madina

by Redaksi
Selasa, 5 Mei 2026
0 0
0
Wabup Atika Bicara Korelasi Ketegangan di Timur Tengah dengan Ekonomi Madina

Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution saat menghadiri kegiatan penanaman jagung kuartal II tahun 2026 di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (5/5/2026). (FOTO: DISKOMINFO MADINA)

ADVERTISEMENT

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan dampak nyata konflik Timur Tengah terhadap harga barang di desa dan pentingnya ketahanan pangan Asta Cita.

LSM, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengungkapkan adanya korelasi langsung antara ketegangan geopolitik di Timur Tengah dengan kondisi ekonomi masyarakat di pelosok desa.

Atika mengatakan gejolak internasional tersebut telah memicu kenaikan harga barang-barang berbasis impor, sehingga program ketahanan pangan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mendesak untuk segera disukseskan sebagai tameng ekonomi daerah.

Atika menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri kegiatan penanaman jagung kuartal II tahun 2026 hasil kolaborasi dengan Polres Madina dan PT SMGP di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Selasa (5/5/2026).

Menurut Atika, kesadaran terhadap dampak konflik global penting agar masyarakat memahami urgensi kemandirian pangan.

“Sekarang kita mengerti bagaimana konflik regional di Timur Tengah ini juga sudah mulai mencekik sampai kita di kampung. Ini karena kita masih swasembada pangan, beras, makanya mungkin harga bahan baku yang kita tidak impor masih terkendali,” ujar Atika di lokasi kegiatan.

Atika mencontohkan salah satu dampak yang paling terasa di masyarakat saat ini adalah kenaikan harga produk berbahan plastic, karena bahan baku partikelnya masih bergantung pada impor.

Sebaliknya, dia menilai harga pangan pokok seperti beras masih relatif stabil karena kuatnya budaya cadangan pangan alami yang dilakukan para petani di Madina secara turun-temurun.

Atika menilai visi Presiden Prabowo dalam program ketahanan pangan merupakan langkah antisipatif terhadap situasi dunia yang makin sulit diprediksi. Pembagian tugas antara Polri yang fokus pada jagung dan TNI pada padi dianggap sebagai strategi matang untuk mengamankan stok pangan nasional.

“Jadi, salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan pangan wajib kita sukseskan. Teman-teman polisi menanam jagung, teman-teman TNI fokus pada padi. Ini semua mungkin karena Presiden sudah melihat sesuatu hal yang mungkin kita belum melihat jauh di sana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Atika menekankan pentingnya produksi jagung lokal untuk mendukung sektor peternakan. Dengan menjamin ketersediaan pakan melalui jagung pipil hasil petani sendiri, ketergantungan terhadap pasar luar dapat dikurangi, sehingga harga daging ayam di pasar lokal tidak melonjak drastis akibat pengaruh inflasi global.

“Ini juga nanti harapannya jagung-jagung pipil ini bisa terus kita produksi, terutama untuk pakan ternak ayam. Jangan sampai nanti ayam di atas Rp45.000 sekilo,” tegas Atika.

Selain itu, dia mengimbau warga Madina lebih jeli memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah demi memperkuat ketahanan pangan keluarga. Terlebih dengan beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebutuhan terhadap sayur-mayur dan bahan pangan dipastikan meningkat.

“Kalau SPPG sudah mulai datang memborong, kuantitasnya tetap segitu, yang mau membeli lebih banyak, tentu otomatis harga akan naik,” katanya.

Sementara Wakapolres Madina Kompol Aris Fianto menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung target ketahanan pangan pusat. Polres Madina dibebankan target penanaman jagung seluas 439 hektare dan diwajibkan menyetorkan hasil panen sebanyak 60 ton ke Bulog guna memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Reporter: Sir

Tags: AtikaekonomiKeteganganKorelasimadinaTimur TengahWabup
ShareTweet
Next Post
Dua Calon Haji Embarkasi Medan Tertunda Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Dua Calon Haji Sumut Gagal Berangkat Akibat Gangguan Mental

Discussion about this post

Recommended

Tim Jibom Gegana Ledakkan Granat Militer di Padangsidimpuan

Tim Jibom Gegana Ledakkan Granat Militer di Padangsidimpuan

6 bulan ago
Tinggal Satu Ekor Sapi yang Terindikasi PMK di Madina

Tinggal Satu Ekor Sapi yang Terindikasi PMK di Madina

4 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Kajari di Sumatera Utara Diganti, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Meinul Lubis Ditahan Jaksa, Bupati Madina Angkat Bicara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026