Bupati Madina H. Saipullah Nasution soroti kedisiplinan dan kebersihan sungai saat pembukaan Lubuk Larangan di Gunungbaringin. Ia menekankan pentingnya sportivitas dan menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan budaya lubuk larangan di Mandailing harus mengedepankan sikap disiplin agar seluruh peserta memiliki peluang yang adil dalam menangkap ikan.
Saipullah mengegaskan hal itu saat menghadiri pembukaan lubuk larangan di Kelurahan Gunungbaringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Selasa (24/3/2026).
Teguran itu muncul setelah Saipullah mendapati sejumlah peserta yang sudah mencuri start dengan menebar jala sebelum tanda pembukaan resmi dibunyikan oleh panitia. Dia menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap mencederai sportivitas dan aturan yang telah disepakati bersama.
“Pencinta lubuk larangan sudah memulai menjala ikan, sementara waktu yang ditentukan panitia masih setengah jam lagi. Artinya, pencinta lubuk larangan kurang disiplin,” ujar Saipullah di lokasi kegiatan.

Saipullah berharap agar kedepannya para peserta lebih menaati regulasi dan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara. Selain masalah kedisiplinan, Saipullah juga menyoroti kondisi kebersihan sungai yang dinilai memprihatinkan akibat tumpukan sampah domestik. Dia mengingatkan kelestarian sungai merupakan kunci keberlanjutan tradisi lubuk larangan ini.
“Camat dan kepala desa untuk mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena menyebabkan tercemar,” pesan Saipullah.
Meski terdapat catatan evaluasi, Saipullah mengakui tradisi ini berdampak positif terhadap sektor ekonomi mikro. Menurut dia, lubuk larangan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi bagi warga setempat melalui aktivitas perdagangan dan penjualan hasil tangkapan.
“Ekonomi masyarakat akan meningkat, utamanya pencinta ikan yang mana hasilnya akan dijual, kemudian masyarakat sekitar banyak membuka warung dadakan,” katanya.
Reporter: Rls





Discussion about this post