Meski dihantam bencana banjir dan longsor di 14 kecamatan, pemerintahan Gus-Syahbuddin (Bagusi) sukses mencetak kenaikan rapor SAKIP, MCP KPK, hingga prestasi SDGs tingkat nasional dalam satu tahun kepemimpinan.
Tapsel, StartNews – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) di bawah kepemimpinan Gus Irawan Pasaribu dan Syahbuddin (Bagusi) berhasil mencatatkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator rapor resmi pemerintahan meski harus melewati masa sulit akibat bencana alam yang melanda 14 dari 15 kecamatan di wilayah tersebut.
Dalam satu tahun perjalanannya, duet Bagusi mampu mengubah zona merah indeks pencegahan korupsi (MCP KPK) menjadi zona hijau serta meraih predikat B untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) setelah tertahan selama lima tahun di nilai CC.
Keberhasilan ini menjadi ironi yang positif mengingat selama sembilan bulan terakhir, Tapanuli Selatan sedang fokus pada pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat.
Selain perbaikan birokrasi, Tapsel juga mengukir prestasi di kancah nasional dengan meraih Juara I Indonesia’s SDG’s Action Award dari Bappenas melalui program Gerakan 1.000 Kolam, serta menjadi salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang sukses meraih Sertifikat Eliminasi Filariasis atau bebas penyakit kaki gajah.
Dalam pernyataannya, Gus Irawan Pasaribu menekankan pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan semangat gotong-royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Tapsel saat menghadapi krisis. Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat, termasuk kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Tapsel pada momen pergantian tahun lalu yang memberikan dorongan moral bagi percepatan penanganan bencana.
“Alhamdulillah, di tengah ujian bencana, seluruh rapor resmi pemerintahan kita mengalami peningkatan. Ini membuktikan bahwa pelayanan publik dan tata kelola keuangan tetap menjadi prioritas utama. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang tetap memegang teguh falsafah Dalihan Na Tolu, serta dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang membantu Tapsel bangkit lebih cepat,” papar Gus Irawan Pasaribu.
Ketegasan pemerintah dalam menangani dampak sosial juga terlihat dari kecepatan penyelesaian data korban bencana 25 November 2025, yang menjadikan Tapsel sebagai daerah tercepat dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dan bantuan stimulan ekonomi.
Langkah taktis ini memastikan bahwa menjelang perayaan Idulfitri tahun ini, tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda pengungsian, melainkan sudah berada di hunian yang lebih layak dan nyaman bersama keluarga mereka.
Selain fokus pada pemulihan, Pemkab Tapsel saat ini tengah menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat di Sipirok senilai Rp250 miliar di atas lahan 10 hektare milik Pemkab. Program ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan bagi masyarakat kurang mampu yang berada di kategori desil 1 dan desil 2, sekaligus melengkapi capaian Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tapsel yang kini telah naik kelas ke kategori sedang.
Reporter: Lily Lubis




Discussion about this post