Bukitmalintang, StartNews – Di tengah kepulan debu di landasan pacu Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution, Kecamatan Bukitmalintang pada Senin (1/12/2025) lalu, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution berdiri mengawasi. Bukan pesawat komersial yang dia tunggu, melainkan kargo kemanusiaan dari pusat. Bantuan tahap awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kehadiran Atika di bandara menjadi simbol jaminan bahwa bantuan, mulai dari tenda darurat hingga makanan siap saji, akan menjangkau ribuan warga yang terombang-ambing pascabanjir dan longsor.
Bantuan tahap pertama yang diturunkan itu mencakup logistik vital, di antaranya 200 bungkus makanan siap saji, 20 unit velbed (tempat tidur lipat darurat), satu unit Pompa Alkon 6 HP, satu unit genset, serta 51 dus biskuit dan 70 dus mi instan.
Meskipun menyadari bahwa ini baru permulaan, Atika memastikan bantuan tersebut tidak akan tertahan.
“Kami menerima bantuan logistik dan peralatan dari BNPB. Ini akan segera didrop kepada masyarakat terdampak bencana. Ini baru tahap awal dan masih akan ada bantuan lanjutan,” kata Atika, menegaskan komitmen Pemkab untuk bergerak cepat.

Sebelum mengecek tumpukan logistik di bandara, Atika lebih dahulu menyambangi masyarakat di pengungsian SD Negeri 037 Tanggabosi. Di sana, dia tak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan janji yang dibutuhkan oleh para orangtua yang cemas pada masa depan pendidikan anak-anak mereka.
“Untuk anak sekolah akan ada bantuan seragam, tas, dan sepatu sekolah,” katanya, memberikan secercah harapan di tengah kehilangan.
Kepala Pelaksana BPBD Madina Mukhsin Nasution menambahkan, pasokan bantuan dari pusat akan terus mengalir. Pada Selasa (2/12/2025), BNPB kembali mengirim 20 paket sembako tambahan.
Satu paket sembako tersebut dirancang untuk kebutuhan dasar keluarga berisi lima kilogram beras, satu kilogram gula putih, tiga kaleng sarden, empat bungkus biskuit, dan lima bungkus mi instan.
Reporter: Sir





Discussion about this post