Panyabungan, StartNews Ratusan hektare lahan sawah di tiga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kering-kerontang akibat kemarau panjang lebih dari sebulan terakhir. Dampaknya, para petani terancam gagal panen dan gagal tanam.
Selain kemarau, saluran irigasi kiri Batang Gadis juga tidak mengalir, sehingga menyebabkan lahan sawah para petani di Kecamatan Panyabungan Utara, Kecamatan Hutabargot, dan Kecamatan Nagajuang kekurangan pasokan air. Akibatnya, lahan persawahan petani retak dan mengering.
Minimnya pasokan air membuat petani hanya bisa pasrah menunggu turun hujan dan adanya perbaikan saluran irigasi yang selama ini mengairi lahan persawahan mereka.
Solahuddin, petani di Desa Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, mengatakan dampak kemarau panjang menyebabkan lahan kering, retak, padi terancam gagal panen, dan bibit padi terancam gagal tanam.
Para petani berharap ada solusi dari pemerintah agar bisa kembali turun ke sawah guna melanjutkan menanam semai padi yang sudah terlanjur dibibitkan, padahal sudah memasuki masa tanam.
Kepala Desa Sopo Sorik Abdi Ali mengatakan kondisi kemarau dan irigasi yang tersumbat menyebabkan lahan persawahan warganya kekeringan dan terancam gagal panen dan gagal tanam.
Sebelumnya, pemerintah desa di Kecamatan Panyabungan Utara telah membersihkan lumpur longsor yang menutupi saluran irigasi. Namun, pembersihan tidak bisa dilakukan dengan peralatan biasa mengingat banyaknya lumpur yang menutupi saluran irigasi.
Harus menggunakan alat berat untuk membersihkan material lumpur, katanya.
Menurut, kondisi kekeringan sudah sering terjadi di desanya, terutama pada musim kemarau.
Biasanya alternatif untuk mengairi lahan persawahan petani ini air dari pegunungan. Namun, karena musim kemarau panjang, air pegunungan tidak mampu mengairi lahan petani hingga ke desa kami, katanya.
Selain membersihkan metarial lumpur secara gotong-royong, pemerintah desa juga sudah melaporkan kondisi itu ke pemerintah kecamatan dan Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara.
Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution yang dimintai komentar melalui pesan WhatsApp mengatakan pihaknya akan menurunkan tim, mulai dari Wakil Bupati Madina, Sekda Madina, Kadis PUPR, dan Kadis Pertanian untuk memastikan kondisi kekeringan lahan persawahan warga di tiga kecamatan tersebut.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post