Panyabungan, StartNews Jembatan Si Kembar di kawasan Aek Inamun, Kelurahan Tanobato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terancam ambruk. Pengendara yang melintasi jembatan ini, terutama pemudik, diimbau ekstra hati-hati.
Masyarakat yang berwisata ke wilayah pantai barat Madina juga harus waspada saat melintas mulai dari Jembatan Merah hingga Linggabayu, karena rawan kecelakaan.
Pasalnya, sepanjang jalan dari Kelurahan Tanobato hingga Kecamatan Linggabayu banyak ditemukan jalan berlobang, material tebin longsor yang tidak dibersihkan dari bahu jalan. Bahkan, salah satu jembatan Si Kembar terancam ambruk ke jurang.
Khoirunisah Hasibuan, penumpang mobil pribadi, mengaku sudah terbiasa melintas dari Jembatan Si Kembar pada siang maupun malam hari. Kendaraan yang melintas memang harus antri, katanya.
Hanya satu mobil yang bisa lewat di jembatan itu, sehingga kendaraan yang datang dari arah berlawanan harus bergantian atau melintas dari jembatan yang satu lagi.
Parahnya lagi, jembatan yang berada di tikungan tajam tak jauh dari Jembatan Si Kembar, kondisinya tidak memakai penyangga jalan, bahkan hotmix di badan jembatan sudah berlobang-lobang. Ucapnya.
Selain jembatan yang terancam ambruk, sejumlah titik di jalan provinsi ini juga berlobang. Metarial longsor di bahu jalan tidak dibersihkan, sehingga membuat jalan semakin sempit dan rawan kecelakaan.
Itu sebabnya, masyarakat yang melintas harus waspada, terutama saat hujan turun. Warga disarankan mencari tempat istirahat yang lebih aman, karena di sepanjang jalan dari Kelurahan Tanobato hingga Natal rawan longsor dan banjir bandang.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post