• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

SK Pemecatan 40 Dosen UIN Syahada Padangsidimpuan Dicabut

by Redaksi
Sabtu, 4 Januari 2025
0 0
0
SK Pemecatan 40 Dosen UIN Syahada Padangsidimpuan Dicabut
ADVERTISEMENT

Padangsidimpuan, StartNews Usai viral diberitakan media, Rektor Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan Muhammad Darwis Dasopang mencabut keputusan pemecatan 40 dosen tetap bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN).

Kami sudah dipanggil dan bekerja seperti biasa. Pencabutan keputusan pemberhentian itu masih disampaikan secara lisan. Untuk tertulisnya akan diberikan setelah pak Rektor pulang dari Jakarta, kata perwakilan 40 dosen, Sabtu (4/12/2025).

Dia menjelaskan, pada Jumat (3/1/2025), seluruh dosen tetap bukan PNS yang diberhentikan berdasarkan keputusan Rektorat UIN Syahada Padangsidimpuan itu telah dipangggil untuk menghadiri rapat.

BACA JUGA:

–Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Pecat 40 Dosen, Ini Alasannya

Dalam rapat itu, rektor menyatakan mencabut pemberhentian 40 dosen dan meminta agar kembali bekerja. Meski demikian, rektor masih akan berkoordinasi ke Kementerian Agama dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Koordinasi ini penting, karena menyangkut masa depan 40 dosen tetap bukan PNS itu dan juga terkait penampungan anggaran gaji mereka. Karena itu, rektor mengajak beberapa orang perwakilan dosen untuk mendampinginya ke Jakarta.

Dalam rapat kemarin, kami dinyatakan aktif kembali sebagai dosen tetap bukan PNS di UIN Syahada Padangsidimpuan. Anggaran gaji kami tetap ditampung, namun apabila kelak menjadi temuan BPK RI, kami diminta pernyataan siap untuk mengembalikan, katanya.

Roni Marwan, alumni UIN Syahada Padangsidimpuan yang sejak awal menyoroti masalah pemecatan 40 Dosen Tetap Bukan PNS/ASN dan merilisnya di banyak media massa, membenarkan pencabutan keputusan pemecatan tersebut.

Alhamdulillah, Pak Rektor menghubungi saya dan menegaskan pencabutan pemberhentian 40 dosen tetap bukan PNS/ASN itu. Namun, pecabutan itu masih disampaikan secara lisan di rapat kemarin. Untuk tertulisnya akan diteken rektor usai pulang dari Jakarta, sebut Roni.

Kepada wartawan, Roni menunjukkan bukti-bukti komunikasinya dengan Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Muhammad Darwis Dasopang, yang menyatakan mencabut keputusan pemecatan 40 Dosen Tetap Bukan PNS/ASN tersebut.

Saya siap membuktikan dan mempertanggungjawabkan pernyataan Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, pak Muhammad Darwis Dasopang, tentang pencabutan keputusan pemberhentian 40 dosen tetap bukan PNS ini, tegas Roni.

Untuk diketahui, Roni tokoh muda energik ini adalah alumni UIN Syahada Padangsidimpuan yang paling aktif dan getol memperjuangkan nasib 40 dosen tetap bukan PNS/ASN tersebut.

Ia gunakan segala jaringan ke Kementerian Agama dan Kementerian PAN RB, sehingga bisa berkomunikasi langsung dan memperoleh solusi-solusi dari para pemangku jabatan di kedua Kementerian itu.

Alhamdulillah, titik terang sudah diperoleh. Tinggal menunggu hasil koordinasi pak Rektor bersama pihak Rektorat dan perwakilan Dosen Tetap Bukan PNS yang sempat dipecat itu ke Kementerian terkait di Jakarta, terangnya.

Roni memperkirakan paling lambat Rabu (8/1/2025) pekan depan, kabar tentang hasil koordinasi itu sudah diperoleh.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Muhammad Darwis Dasopang, dikonfirmasi lewat pesan telepon, belum membalas. Berapa pejabat di universitas itu yang coba dihubungi membenarkannya. Cuma saja mereka tidak ada hak untuk berbicara di media.

Reporter: Lily Lubis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: DosenPadangsidimpuanPemecatanUIN Syahda
ShareTweet
Next Post
Disiplin Meningkat, Pelanggaran Anggota Polda Sumut Turun Signifikan 2024

Disiplin Meningkat, Pelanggaran Anggota Polda Sumut Turun Signifikan 2024

Discussion about this post

Recommended

Bhayangkari Polres Madina Sabet Juara Pertama Lomba Masak Nasi Goreng

Bhayangkari Polres Madina Sabet Juara Pertama Lomba Masak Nasi Goreng

3 tahun ago
Kue Bongko, Kuliner yang Muncul Setiap Ramadan

Kue Bongko, Kuliner yang Muncul Setiap Ramadan

4 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perseteruan Panas Bos WiFi vs Wartawan di Madina Berujung Aksi Saling Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Bidik Jaya sebagai Tersangka Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025