• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Maret 4, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Atika Nilai Festival Permainan Leluhur di Tambangan Banyak Manfaat

by Redaksi
Kamis, 6 Juni 2024
0 0
0
Atika Nilai Festival Permainan Leluhur di Tambangan Banyak Manfaat
ADVERTISEMENT

Tambangan, StartNews – Pemerintah Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) merilis program baru bertajuk Festival Permainan Leluhur dan Pemberian Makanan Tambahan pada Anak dan Balita di Desa Muaramais, Kecamatan Tambangan, Madina, Kamis (6/6/2024).

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menilai program itu baik untuk anak-anak. Permainan tradisional, permainan yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat dan sesuai dengan adat di suatu tempat.

Permainan tradisional, kata Atika, biasanya memakai bahan dan barang-barang sederhana yang banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan bermain tanpa gadget, anak-anak banyak melatih kemampuan diri seperti menjadi lebih fokus, melatih motorik halus dan kasar. Belajar menjadi sebuah kelompok untuk saling menghargai hingga dapat meningkatkan kemampuan berhitung, dan menciptakan suasana menyenangkan.

Saat anak-anak bermain, selain kita melihat mereka bersenang-senang, mereka juga akan belajar banyak hal. Salah satunya melatih teamwork dan belajar sabar, kata Atika.

Atika memberi contoh, dengan bermain ada yang menang dan kalah. Anak-anak bisa tahu cara untuk ikhlas saat kalah bermain. Dari situ mereka akan terlatih, lanjutannya.

Menurut Atika, gawai banyak membuat manusia terlena. Dengan membuka sosial media tanpa disadari anak-anak akan terlena dengan waktu dan meninggalkan kewajiban mereka.

Nanti niatnya buka tiktok sebentar, nggak sadar mahal jadi sejam, malah jadi seharian. PR adik-adik jadi nggak ada yang selesai. Inilah hal yang buruk dan tidak bertanggungjawab, kata Atika.

Kegiatan ini didasari atas keresahan anak-anak menggunakan gawai yang berlebihan. Menurut Atika, penggunaan gawai yang berlebihan memiliki dampak yang sangat negatif.

Beberapa permainan yang dirilis yaitu, engrang, mewarnai, lompat tali, terompah gajah, terompah panjang, congklak, kelereng, jembatan tapanuli.

Reporter: Ika Rodhiah

Tags: AtikaFestivalPermainan Leluhur
ShareTweet
Next Post
Wabup Madina Minta APH Tangkap Calo Kios Pasar Baru Panyabungan

Wabup Madina Minta APH Tangkap Calo Kios Pasar Baru Panyabungan

Discussion about this post

Recommended

Gubernur Sumbar Penuhi Dua Permintaan Anggota Paskibraka

Gubernur Sumbar Penuhi Dua Permintaan Anggota Paskibraka

4 tahun ago
Dilema Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Los Pasar Baru Difungsikan, Saatnya Tuntaskan Fasilitas yang Tercecer

1 bulan ago

Popular News

  • Menaklukkan Aspal Sumatera, Ini Jalur Mudik Terbaik dari Jakarta ke Bukittinggi

    Menaklukkan Aspal Sumatera, Ini Jalur Mudik Terbaik dari Jakarta ke Bukittinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Yayasan SPS Soroti Ketidakjelasan Regulasi Program MBG di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Penjelasan Wakapolda Sumut Terkait Penertiban PETI di Perbatasan Tapsel-Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Sita Dua Ekskavator Tambang Emas Ilegal di Siabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025