• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Aek Singolot ‘Mengamuk, Puluhan Pondok Santri Musthafawiyah Hanyut

by Redaksi
Kamis, 21 Desember 2023
0 0
0
Aek Singolot ‘Mengamuk, Puluhan Pondok Santri Musthafawiyah Hanyut

FOTO: ISTIMEWA.

ADVERTISEMENT

LSM, StartNews Aek Singolot ‘mengamuk, Rabu (20/12/2023) sekitar pukul 21.00 WIB. Sungai yang membelah Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu menghanyutkan puluhan pondok santri Pesantren Musthafawiyah yang berada di bantaran sungai itu.

Kepala Desa Purba Baru Asran mengatakan kejadian itu merupakan yang terparah sepanjang pengetahuannya. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa atau santri yang hanyut.

Di belakang rumah ini ada puluhan pondok santri dan musala, itu hanyut semua. Terus di hilir ada satu rumah warga yang juga terdampak, kata Asran, dikutip dari hayuaranet.id pada Kamis (21/12/2023) pagi.

Asran menuturkan hujan deras selepas magrib ditengarai menjadi penyebab Aek Singolot meluap dan menyebabkan. Ini sudah mulai surut. Tadi tinggi air satu meter lebih dari posisi sekarang, jelasnya.

Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution. (FOTO: ISTIMEWA)

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Mukhsin Nasution mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju Desa Purba Baru begitu mendapatkan informasi adanya banjir. Kami dan Basarnas langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi santri yang ada di seberang sungai, katanya.

Mukhsin menambahkan, pihaknya masih mendata jumlah pasti pondok yang terbawa arus sungai. Kami masih fokus mengevakuasi santri sebelum dilakukan pendataan untuk memperoleh data pasti, kami taksir sekitar 30 pondok hanyut, tuturnya.

Tim BPBD dan Basarnas, kata Mukhsin, akan tetap berada di lokasi untuk memantau perkembangan kondisi Aek Singolot. Kami rencananya di sini sampai pagi sembari melakukan pendataan bersama pihak pesantren, terangnya.

Terkait korban jiwa, Mukhsin belum bisa memastikan. Namun, sampai berita ini dilansir hanya ada satu santri yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, karena wajahnya tergores seng pondok saat berupaya menyelamatkan diri.

Kami masih menunggu pendataan dari pesantren, karena mereka yang mengetahui jumlah santri, tuturnya.

Sedangkan Zuhri Mustafa Nasution, mewakil pesantren, menerangkan telah dilakukan evakuasi santri yang pondoknya hanyut. Itu sudah kami arahkan ke lokal yang di sana. Para guru juga sudah ada di sini untuk membantu, tuturnya.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Zuhri, belum ada laporan santri yang hilang atau hanyut. Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada laporan. Itu makanya santri yang bermukim di Banjar Manggis dikumpulkan dulu, sebutnya.

Dia berharap Aek Singolot yang sempat meluap secepatnya surut dan normal, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua santri, para santri, dan masyarakat. Kita doakan agar sungai surut, harapnya.

Wakil Bupati Atika Azmi yang turun langsung ke lokasi mengatakan pemerintah untuk sementara masih tahap peninjauan dan pendataan dengan harapan tidak ada korban jiwa.

Kurang lebih 30 unit pondok santri hanyut. Kami mengajak masyarakat sama-sama berdoa agar tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian materil, tentu bisa diatasi, kata Atika, Kamis (21/12/2023) dini hari.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, Atika berharap masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai untuk waspada. Termasuk yang berada di muara sungai ini, bukan hanya masyarakat Purba Baru dan santri, sebutnya.

Salah satu desa yang menjadi perhatian Atika di tengah intensitas hujan seperti saat ini adalah Desa Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu yang merupakan muara sungai. Kami mengajak masyarakat berdoa, mudah-mudahan kita diberikan keselamatan, harapnya.

Terhadap para santri, dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pesantren agar disampaikan imbauan sehingga tidak ada yang mendekati aliran sungai.

Pantauan di lokasi, ribuan santri turun ke jalan untuk memastikan rekan-rekannya yang ada di Banjar Manggis selamat. Bahkan, masjid pesantren itu sempat dipenuhi santri karena dijadikan tempat evakuasi sementara beberapa santri yang pondoknya hanyut.

Reporter: Roy Adam

Tags: Aek SingolotHanyutMusthafawiyahPondok SantriPurba Baru
ShareTweet
Next Post
Sebagian Santri Musthafawiyah Mengungsi ke Kantor IPK Madina dan Rumah Warga

Sebagian Santri Musthafawiyah Mengungsi ke Kantor IPK Madina dan Rumah Warga

Discussion about this post

Recommended

Jamaah Wafat Setelah Masuk Asrama Haji akan Dibadalhajikan

Jamaah Wafat Setelah Masuk Asrama Haji akan Dibadalhajikan

3 tahun ago
Kenali Aturan Mencoblos Pilkada 2020 di Masa Pandemi

KPU Madina Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi dan Perhitungan Suara

5 tahun ago

Popular News

  • Respons Keresahan Warga, Polisi Gerebek Markas Sabu di Kelurahan Sipolupolu

    Respons Keresahan Warga, Polisi Gerebek Markas Sabu di Kelurahan Sipolupolu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Calon Haji Termuda dari Madina yang Membawa Rindu Ayah dan Kecemasan Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rotasi Pejabat Lagi, Sahnan Pasaribu Jadi Plt. Kadis PUPR Madina Gantikan A. Faisal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Nama Sebagian Korban Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Perkim dan Plt. Kadis Kominfo Madina Digeser, Ini Penggantinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025