Bukitmalintang, StartNews Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Kecamatan Bukitmalintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ditargetkan mulai beroperasi pada April 2024. Pesawat tipe ATR 72 sudah dapat landing dan takeoff di bandara ini pada saat dioperasikan nanti.
Pembangunan bandara tersebut dibagi dua bagian. Dari sisi pembagunan udara meliputi runway 1.450 x 30 meter. Landasan pacunya menggunakan aspal Concrete AC -WC. Sedangkan taxiway (landasan penghubung) sepanjang 75 meter dan lebar 15 meter.
Sementara fasilitas pelataran parkir pesawat (Apron) sepanjang 105 meter x 65 meter, sehingga dapat dilandasi pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas maksimal 78 penumpang. Selain itu, juga pembangunan jalur akses, pagar, dan tempat parkir. Proyek ini dikerjakan PT Wahana KSO.
Sementara dari sisi darat meliputi bagunan pendukung seperti terminal serta gedung penunjang lainnya. Proyek ini dikerjakan PT Waskita Karya Persero.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Perhubungan Agus Indrawan mengatakan progres pembagunan Bandara AbduL Haris Nasution per tanggal 30 Oktober 2023 sudah melampaui target yang direncanakan.
“Pembagunan bandara tahap dua ini, pengerjaan sisi udara sudah mencapai 85 persen. Saya optimistis pekerjaan tersebut akan selesai pada awal Desember 2023,” kata Agus, Selasa (31/10/2023).
Dari pembagunan sisi darat, kata dia, pengerjaan sudah mencapai 65 persen dan masih sesuai target. Perusahaan yang mengerjakannya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai jadwal akhir Desember 2023.
Untuk tahap ini, proyek pembangunan bandara tersebut sudah menelan biaya Rp300 miliar. Pembangunan Bandara Abdul Haris Nasution termasuk proyek strategis nasional yang harus beroperasi paling lambat April 2024.
Pada tahap pertama, landasan yang digunakan sepanjang 1.400 meter, sehingga mampu didarati pesawat ATR atau pesawat yang menggunakan baling-baling.
Selanjutnya, landasan pacu akan diperpanjang sesuai kebutuhan, karena lahan bandara sudah disiapkan sepanjang 2.000 meter.
Pengoperasian Bandara Abdul Haris Nasution ini mendesak bagi masyarakat Madina khususnya dan Tapanuli bagian selatan (Tabagsel) pada umumnya.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post