• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Agustus 4, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Sungai Aek Mata Kini Jadi Tempat Buang Sampah dan Kebun Gulma

by Redaksi
Selasa, 10 Oktober 2023
0 0
0
Sungai Aek Mata Kini Jadi Tempat Buang Sampah dan Kebun Gulma

Kondisi Aek Mata yang dipenuhi tumbuhan gulma dan tumpukan sampah pada Senin (9/10/2023). (FOTO: FIKRI/MANDAILINGONLINE)

ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Kondisi Aek Mata memprihatinkan. Aliran sungai yang membelah jantung kota Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ini tersumbat tumpukan sampah dan tumbuhan gulma. Sungai ini jadi cetek dari hulu hingga hilir, karena terjadi pedangkalan akibat endapan lumpur.

Namun, pada musim penghujan, Aek Mata biasanya ‘mengamuk. Debit air yang membesar dan arus yang deras dari hulu akan melimpah hingga membanjir rumah-rumah penduduk di sepanjang bantaran sungai ini.

Itu sebabnya, warga meminta pemerintah mengeruk dan membersihkan Aek Mata pada musim kemarau saat ini guna mengantisipasi musibah banjir pada musim hujan nanti.

Warga khawatir Aek Mata akan ‘mengamuk saat musim hujan, karena alirannya tersumbat tumpukan sampah dan tumbuhan gulma, terutama di bendungan dan kolong jembatan Aek Mata.

Setiap musim hujan, pemukiman warga di sepanjang bantara Aek Mata kerap menjadi langganan banjir.

Sungai ini kalau tidak dikeruk akan menjadi bencana bagi kami. Banjir pasti akan terjadi, karena kondisi sungai dangkal, kata Sobir, warga Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, Madina, seperti diberitakan mandailingonline.com, Selasa (10/10/2023).

Sobir berharap Pemkab Madina segera menurunkan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur, tumpukan sampah, dan tumbuhan gulma yang menghambat aliran Sungai Aek Mata. Sehingga, debit air yang bertambah saat musim hujan mengalir lancar dan mengurangi risiko banjir ke permukiman warga.

Pak Bupati harus perhatikan Sungai Aek Mata ini. Sungai ini selalui menjadi dalang banjir ke pemukiman penduduk. Sudah lama Sungai Aek Mata tidak dikeruk. Kami harap bupati perintahkan instansi terkait untuk melakukan pengerukan agar kami tidak khawatir berlebihan, kata Sobir.

Reporter: Sir

Tags: Kebun GulmaSungai Aek MataTempat Buang Sampah
ShareTweet
Next Post
Polrestabes Medan Sita 10 Kilogram Sabu dari Bandar Narkoba

Polrestabes Medan Sita 10 Kilogram Sabu dari Bandar Narkoba

Discussion about this post

Recommended

SDN 190 dan SMPN 1 Kotanopan Juara Pekan Olah Raga Sepakbola

SDN 190 dan SMPN 1 Kotanopan Juara Pekan Olah Raga Sepakbola

2 tahun ago
Awaluddin Anggota Fraski PKS DPRD Madina Galakkan Penyantunan Anak Yatim

Awaluddin Anggota Fraski PKS DPRD Madina Galakkan Penyantunan Anak Yatim

5 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Kajari di Sumatera Utara Diganti, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Meinul Lubis Ditahan Jaksa, Bupati Madina Angkat Bicara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026