Kotanopan, StartNews Sudah tiga hari kandang jebak harimau dipasang di Desa Gunungtua Muara Soro, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Namun, hasilnya masih nihil. Kandang jebak binatang buas ini dipasang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Padangsidempuan dan Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Panyabungan.
Hari ini (1/8/2023), tim dari BKSDA, Balai TNBG, Polsek Kotanopan, Koramil 14 Kotanopan, dan masyarakat mengecek kandang jebak untuk memastikan harimau yang memangsa dua ekor sapi itu sudah masuk perangkap atau tidak. Namun, kandang jebak berisi kambing sebagai umpan itu masih kosong.
Warga berharap harimau yang berkeliaran di wilayah Aek Sibatu itu terperangkap ke dalam kandang jebak, sehingga warga dapat beraktivitas kembali seperti biasa. Sudah hampir 5 hari terakhir warga Desa Gunungtua Muara Soro tidak berani beraktivitas ke hutan. Mereka berdiam di rumah sambil menunggu kandang berhasil menjebak harimau yang menerkam sapi.
Kepala Seksi PTN Wilayah II Kotanopan Balai TNBG Mahnafruzar mengakui pemasangan kandang jebak pada hari ketiga belum membuahkan hasil. Meski begitu, pihaknya terus memantau keberadaan harimau itu.
Berdasarka pengamatan, keadaan di lokasi kandang jebak terlihat aman. Sejumlah warga memberikan makanan kambing yang dijadikan umpan di bilik bagian belakang kandang jebak.
Dalam kesempatan itu, tim juga mencari satu ekor sapi yang diperkiaraan hilang saat harimau memangsa dua ekor sapi lainnya. Namun, pencarian selama dua jam tidak membuahkan hasil.
Pj. Kepala Desa Gunungtua Muara Soro Bahren Daulay mengatakan warganya masih ketakutan beraktivitas di kebun. Warga masih menunggu harimau masuk ke kandang jebak.
Reporter: Lokot Husda Lubis





Discussion about this post