Serang, StartNews Isu bajing loncat yang merecoki truk yang tengah antre menuju Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, membuat Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy Heriyanto geram. Dia memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan tembak di tempat pada aksi bajing loncat yang meresahkan pemudik.
Perintah tersebut disampaikan Kapolda Banten kepada seluruh jajaran saat pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2023. Ya, perintahnya tembak di tempat, kata Wakapolda Banten Brigjen Pol. Sabilul Alif.
Sabilul mengungkapkan bajing loncat masih sekadar isu, karena belum ada laporan polisi dari korban bajing loncat. Namun, kepolisian proaktif untuk menjamin keamanan para pemudik, terangnya.
Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Didik Hariyanto menyatakan personel diperintahkan untuk tidak ragu menggunakan senjata api guna menghentikan ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat dan personel sendiri.
Menurut Didik, bajing loncat termasuk street crime yang tidak hanya membahayakan jiwa masyarakat, tetapi juga jiwa personel yang bertugas di lapangan.
Maka untuk menghentikan bahaya yang ditimbulkan itu, diperintahkan jajarannya untuk berani bertindak tegas dan terukur atau tembak di tempat, terang Didik.
Penggunaan senjata api oleh personel kepolisian dapat direalisasikan untuk melindungi keselamatan orang lain. Digunakan saat membela diri dan orang lain dari ancaman kematian dan luka berat, mencegah terjadinya kejahatan yang mengancam jiwa orang lain.
Tindakan tegas dan terukur ini, kata dia, juga menjadi preventive-strike personel Polda Banten untuk mencegah timbulnya korban jiwa dan korban luka dari warga.
Sepanjang kita pedomani Perkap tersebut, personel Polda Banten tidak perlu takut selagi dalam rangka melaksanakan tugas. Petugas kepolisian juga dilindungi UU, yaitu Pasal 50 KUHP, tambah Didik.
Reporter: Sir





Discussion about this post