• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Jelang Nataru, Harga Sayuran di Kotanopan Merangkak Naik

by Saparuddin Siregar
Senin, 12 Desember 2022
0 0
0
Jelang Nataru, Harga Sayuran di Kotanopan Merangkak Naik
ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru), harga sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merangkak naik. Di pasar tradisional Kotanopan pada Sabtu (11/12/2022), harga sayur-mayur rata-rata naik Rp3.000 hingga Rp15.000. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas cabai merah dari Rp24.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di lapangan, selain cabai, harga-harga kebutuhan dapur yang naik adalah bawang merah dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Bawang putih dari 23.000 menjadi 25.00 per kilogram. Kentang dari Rp8.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram. Kemudian kol putih Rp3.000 menjadi Rp5.000, tomat dari Rp2.500 menjadi Rp3.500, timun dari Rp.10.00 menjadi Rp12.000, kol hijau Rp 3.500 menjadi Rp4.500, kacang buncis Rp8.000 menjadi Rp10.000, dan jengkol Rp 12.000 menjadi Rp14.000.

Nurdin, pedagang sayur di pasar tradisional Kotanopan, mengatakan menjelang Natal dan Tahun Baru 2023, harga-harga sayuran sudah mulai naik. Paling tinggi naiknya cabai merah dari Rp24.000 menjadi Rp35.000. Naiknya harga sayuran ini memengaruhi daya beli masyarakat.

Harga naik, pembeli jauh berkurang, sayuran masih bayak yang tersisa, ujar Nurdin.

Menurut dia, selain menjelang Natal dan Tahun Baru 2023, penyebab harga sayuran naik karena sayuran yang dijual di pasar tradisional Kotanopan berasal dari luar daerah, mulai dari Simalungun dan Bukittinggi. Jadi, di samping harganya naik ditambah lagi biaya transportasinya yang cukup tinggi, ujarnya.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Tags: Harga SayurKotanopanPasar Tradisional
ShareTweet
Next Post
Bupati Madina Minta Dinas Perdagangan Monitoring Inflasi Jelang Akhir Tahun

Bupati Madina Minta Dinas Perdagangan Monitoring Inflasi Jelang Akhir Tahun

Discussion about this post

Recommended

PWI Madina Buka Pendaftaran Calon Ketua Masa Bakti 2022-2025

PWI Madina Buka Pendaftaran Calon Ketua Masa Bakti 2022-2025

4 tahun ago
Bupati Madina Tepis Isu Mutasi dan Eksistensi ‘Tim Bayangan’ yang Bergerilya

Bupati Madina Minta Tapal Batas Siabu dan Huraba Diselesaikan Secara Kekeluargaan

12 bulan ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedih..! Wings Air Stop Penerbangan Madina-Medan Gegara Masalah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026