Siabu, StartNews Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memantau posko-posko vaksinasi di Kecamatan Siabu dan Bukitmalintang, Jumat (17/12/2021) sore.
Kedatangan Atika disambut hangat oleh warga yang akan divaksin. Begitu para tenaga kesehatan (nakes) di posko vaksin bertambah semangat menunaikan tugasnya.
Di tiap titik kunjungan itu, Atika selalu menjelaskan manfaat vaksin untuk kekebalan tubuh. Di sisi lain, tingkat pemahaman warga terhadap sisi positif vaksinasi Covid-19 juga terindikasi naik di dua kecamatan itu.
Paling tidak, warga telah mengetahui bahwa vaksinasi bukan memudaratkan, melainkan hal yang lumrah pada masa pandemi. Ini sekagus menyiratkan bahwa pengaruh hoaks yang selama ini memenuhi pikiran warga mulai memudar.
Grafik itu juga tak lepas dari peran instansi lintas sektoral yang makin sinergis di kecamatan dan desa.
Di Kecamatan Bukitmalintang, misalnya, dalam sepekan terakhir jumlah warga yang datang untuk vaksin telah mencapai 200 orang per hari.
“Pekan sebelumnya masih di kisaran 40-an orang per hari,” kata Camat Bukitmalintang Syukur Soripada, didampingi Kepala Puskesmas Malintang Ilham Andika Hasibuan seperti dirilis Mandailing Online, Jumat (17/12/2021).
Syukur menyatakan, posisi terkini kecamatan itu sudah menembus angka 65 persen realisasi vaksinasi berdasar data manual dan 58 persen pada catatan nasional.
Menurut Ilham, banyak faktor pendorong peningkatan grafik vaksinasi di kalangan warga. Di antaranya, faktor upaya para tokoh masyarakat mengedukasi warga serta kekompakan instansi lintas sektoral yang mampu menguatkan sinergitas kampanye vaksinasi.
Selain itu, ada juga faktor wait and see. “Warga selama ini kan lihat-lihat dulu. Lihat apakah ada dampak negatif vaksin. Ternyata divaksin tak apa-apa,” katanya.
Sementara di Kecamatan Siabu, grafik peningkatan realisasi vaksinasi juga terjadi dalam sepekan terakhir. “Dalam beberapa hari ini jumlahnya sudah mencapai 500 orang per hari,” ungkap Camat Siabu Ali Himsar di Kelurahan Simangambat.
Posisi terkini realisasi vaksinasi mencapai 53 persen di kecamatan itu. Siabu merupakan kecamatan terbesar di Kabupaten Madina, sehingga meski persentasenya kecil tetapi angka penduduk yang bervaksin masih melampaui Kecamatan Bukitmalintang yang berpenduduk lebih sedikit.
Ali Himsar menyebut, faktor peningkatan itu banyak sisi. Antara lain kolaborasi lintas sektoral antar-instansi dan tokoh masyarakat kian menguat dalam mengampanyekan vaksinasi.
Faktor lainnya adalah warga yang belum divaksin terpengaruh oleh angka realisasi vaksinasi.
“Karena sudah lebih banyak warga yang divaksin. Ini berpengaruh pada psikologi warga yang belum bervaksin, sehingga mau bervaksin,” katanya.
Reporter: Rls





Discussion about this post