• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pukat Harimau Marak, Kapolda Riau Kirim Dua Kapal Ditpolairud ke Perairan Bagansiapiapi

RIAU

by Redaksi
Kamis, 14 Oktober 2021
0 0
0
Pukat Harimau Marak, Kapolda Riau Kirim Dua Kapal Ditpolairud ke Perairan Bagansiapiapi

Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi. (FOTO: HUMAS POLDA RIAU)

ADVERTISEMENT

Pekanbaru, StartNews Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi menerjunkan dua unit BKO (bawah kendali operasi) kapal bantuan Direktorat Polairud dari Dumai dan Pekanbaru untuk mengatasi maraknya penangkapan ikan yang menggunakan alat-alat ilegal seperti pukat harimau di perairan Bagansiapiapi.

Polda Riau mengerahkan dua unit kapal Polairud untuk menyokong Satpolairud Rohil dalam pengamanan di perairan Bagansiapiapi. Sebab, masyarakat ini terkendala dengan masih banyaknya kapal yang dari luar dan melakukan penangkapan ikan menggunakan jaring yang tidak sesuai aturan, kata Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Rabu, (13/10/2021).

Pengiriman personel Polairud itu untuk menindaklanjuti keluhan nelayan di wilayah tersebut yang menyatakan banyak kapal ikan dari luar Bagansiapiapi, bahkan dari Malaysia, yang menangkap ikan dengan menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang dan merusak ekosistem di perairan Bagansiapiapi.

Dengan pengerahan dua unit kapal BKO itu, Kapolda Riau berharap pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal. Juga menjaga para nelayan agar dapat mencari ikan dengan aman dan nyaman.

Untuk itu, menjadi perhatian kita untuk menyelesaikan bersama KKP dan stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain. Hari ini kita menggeser dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru untuk kita BKO-kan ke Bagansiapiapi agar persoalan ini selesai, tutur jenderal polisi bintang dua ini.

Informasi sebelumnya, nelayan di perairan Bagansiapiapi mengeluh akibat banyak kapal besar dari luar Bagansiapiapi yang menggunakan alat ilegal menangkap ikan. Hal ini membuat nelayan di wilayah tersebut kesulitan mencari ikan.

Reporter: Rls

Tags: Irjen Pol. Agung Setya Imam EffendiKapal DitpolairudKapolda RiauPerairan BagansiapiapiPukat Harimau
ShareTweet
Next Post
Dibantu Oknum TNI Nakal, Selebgram Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Dibantu Oknum TNI Nakal, Selebgram Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Discussion about this post

Recommended

Penyebab Kebakaran 14 Rumah di Longat Diduga Gegara Cekcok Keluarga

Penyebab Kebakaran 14 Rumah di Longat Diduga Gegara Cekcok Keluarga

2 tahun ago
Forkopimda Madina Sambut Anggota Paskibra dan Serahkan Bantuan Kuliah di Yaman

Forkopimda Madina Sambut Anggota Paskibra dan Serahkan Bantuan Kuliah di Yaman

3 tahun ago

Popular News

  • Puluhan Irjen dan Brigjen Baru Isi Jabatan Strategis, Ini Daftarnya

    Puluhan Irjen dan Brigjen Baru Isi Jabatan Strategis, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Napi Nyamar Jadi Letda TNI, Pejabat Pengamanan Lapas Panyabungan Dicopot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 29 Peserta Seleksi JPTP Pemkab Madina Lulus Administrasi, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Langkat dan Mantan Anggota DPRD Dikabarkan Terjaring OTT KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 29 Peserta Berebut Kursi JPTP Pemkab Madina, Yuri Pendaftar Pamungkas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026