Medan, StartNews Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik Pejabat Tinggi Pratama atau setingkat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/8/2021).
Pejabat yang dilantik sebanyak empat orang berdasarkan hasil lelang jabatan, dan lima orang merupakan rotasi dari jabatan eselon II.
Pejabat yang dilantik adalah Naslindo Sirait sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov, Zumri Sulthony sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M. Mahfullah Pratama Daulay sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov, Dwi Aries Sudarto sebagai Kepala Biro Hukum Setdaprov, Zubaidi sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov.
Selain itu, Rajali sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Aspan Sofian sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hendra Dermawan Siregar sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Basarin Yunus Tanjung sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov.
Pengucapan sumpah dan janji jabatan dinilai sebagai dasar seseorang untuk memastikannya bekerja dengan sempurna.
Kalian harus bisa bekerja sama, baik dengan atasan, sesama dan pastinya bawahan kalian. Setelah dites, hasilnya kalian layak untuk melakukan pekerjaan sesuai jabatan sebagai tanggung jawab kalian. Punya kemampuan, saling mengisi, sehingga terciptalah prioritas kerja yang bisa kita jadikan bermanfaat untuk orang banyak, ujar Gubernur Edy Rahmayadi.
Edy menegaskan, loyalitas pejabat kepada pimpinan ditunjukkan dengan patuh terhadap perintah, baik tertulis maupun secara lisan. Dengan berpedoman pada aturan yang ada, sesuai tempatnya serta memutuskan mengerjakan sesuatu berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Serta yang terpenting adalah mengingat tujuan utama menyejahterakan rakyat Sumut, menuju provinsi yang bermartabat.
Sebenarnya saya tak perlu bicara banyak. Karena di dalam sumpah, sudah memastikan Anda bisa bekerja dengan sempurna. Anda juga harus mampu menjaga organisasi Pemprov. Jangan mikir sendiri, harus profesional dan jangan permalukan provinsi ini. Itulahesprit de corps(jiwa korsa), jelasnya.
Dengan jiwa korsa tersebut, Edy meminta segala perintah dan tugas jabatan harus bisa diterjemahkan agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik. Namun saat ini, kata dia, pemerintah tidak bisa bekerja dengan standar biasa, tetapi harus lebih berprestasi. Kejarlah dengan syarat kalian harus jujur, benar, berani, tulus, dan ikhlas, katanya.
Terkait proses seleksi melalui lelang jabatan, Edy mengaku hanya menerima hasilnya dari panitia yang kemudian melibatkan para ahli, akademisi, dan pejabat yang mewakili Pemprov Sumut. Selanjutnya, dia tinggal memilih satu dari tiga nama yang diajukan tim seleksi dan peringkat pertama menjadi pilihan.
Dia (pejabat yang dilantik) harus malu kalau tidak bisa melaksanakan tugas dan harus rela melepaskan jabatannya itu apabila tidak mampu. Jadi, soal suka atau tidak suka itu, saya tidak tahu. Jadi, yang masuk ke saya (dari Timsel) ada nomor satu, dua, dan tiga. Saya pilih yang nomor satu (nilai tertinggi), dan siapapun dia saya tidak persoalkan, jelasnya.
Pelantikan tersebut juga dihadiri Pj. Sekdaprov Afifi Lubis, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mhd Fitriyus, Asisten Administrasi Umum Hasmirizal Lubis, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar, dan pejabat lainnya.
Reporter: Rls/Sir





Discussion about this post