Pakantan, StartNews Kopi mandailing tak hanya terkenal di bumi Mandailing. Aroma kopi arabika yang berasal dari Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini juga populer di mancanegara. Bahkan, jenisnya yang typical (langka) dengan kategori pelestarian plasma nutfah membuat citarasa kopi ini mendapat pengakuan dunia internasional. Tak heran bila kopi mandailing masuk ketegori yang dilindungi.
Kopi-kopi dari perbukitan kecamatan yang berada di barat Muara Sipongi ini sangat terkenal. Para pelancong dan saudagar dari Eropa datang dan membawa kopi untuk dipasarkan di pasar-pasar internasional.
Kopi pakantan yang unik menciptakan citarasa tersendiri yang sulit didapati dari kopi-kopi jenis lain. Karena citarasanya yang khas, kopi pakantan dimasukkan ke dalam tumbuhan yang dilindungi. Ini setelah banyak bibit dan pohonnya yang dimakan hama, sehingga pohon yang berproduksi tinggal sangat sedikit.
Awalnya, lahan perkebunan kopi di Pakantan dibuka oleh bangsa Belanda pada zaman penjajahan. Sayangnya, pada tahun 1900, pohon-pohon kopi ini terserang penyakit kopi karat daun, yang masa itu sulit diobati. Akibatnya, masyarakat petani pada masa itu beralih ke tanaman kopi robusta yang dalam perkebangannya sampai ke dataran rendah di Bumi Mandailing Natal.
Namun, pada tahun 1960-an, harga kopi anjlok. Masyarakat petani kemudian beralih ke tanaman karet, kakao, dan jenis lainnya. Akibatnya, mata rantai perkembangan kopi jadi terputus.
Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini masyarakat Pakantan kembali membudidayakan tanaman kopi. Antusiasme masyarakat membudidayakan tanaman kopi ini seiring dengan harganya yang terus melambung.

Gabah kopi yang dijual dari lahan satu hektare dapat menghasilkan Rp 500 ribu per pekan, kata Hardi Lubis, petani kopi di Desa Pakantan Lombang, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal.
Kopi di Pakantan diolah secara tradisional. Mulai dari penjemuran sampai siap saji. Untuk masyarakat Desa Pakantan, kopi biasanya disajikan dengan gula merah. Proses yang tradisional dan campuran gula aren ini membuat kopi pakantan punya citarasa tersendiri. Selain itu, tingkat keasaman kopi juga lebih rendah.
Reporter: Sir





Discussion about this post