• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kopi Mandailing yang Mendunia Itu Berasal dari Pakantan

by Redaksi
Senin, 23 Agustus 2021
0 0
0
Kopi Mandailing yang Mendunia Itu Berasal dari Pakantan

Kopi arabika yang berasal dari Kecamatan Pakantan, Kabupaten Madina, populer di mancanegara. (FOTO: DOK STARTNEWS)

ADVERTISEMENT

Pakantan, StartNews Kopi mandailing tak hanya terkenal di bumi Mandailing. Aroma kopi arabika yang berasal dari Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini juga populer di mancanegara. Bahkan, jenisnya yang typical (langka) dengan kategori pelestarian plasma nutfah membuat citarasa kopi ini mendapat pengakuan dunia internasional. Tak heran bila kopi mandailing masuk ketegori yang dilindungi.

Kopi-kopi dari perbukitan kecamatan yang berada di barat Muara Sipongi ini sangat terkenal. Para pelancong dan saudagar dari Eropa datang dan membawa kopi untuk dipasarkan di pasar-pasar internasional.

Kopi pakantan yang unik menciptakan citarasa tersendiri yang sulit didapati dari kopi-kopi jenis lain. Karena citarasanya yang khas, kopi pakantan dimasukkan ke dalam tumbuhan yang dilindungi. Ini setelah banyak bibit dan pohonnya yang dimakan hama, sehingga pohon yang berproduksi tinggal sangat sedikit.

Awalnya, lahan perkebunan kopi di Pakantan dibuka oleh bangsa Belanda pada zaman penjajahan. Sayangnya, pada tahun 1900, pohon-pohon kopi ini terserang penyakit kopi karat daun, yang masa itu sulit diobati. Akibatnya, masyarakat petani pada masa itu beralih ke tanaman kopi robusta yang dalam perkebangannya sampai ke dataran rendah di Bumi Mandailing Natal.

Namun, pada tahun 1960-an, harga kopi anjlok. Masyarakat petani kemudian beralih ke tanaman karet, kakao, dan jenis lainnya. Akibatnya, mata rantai perkembangan kopi jadi terputus.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini masyarakat Pakantan kembali membudidayakan tanaman kopi. Antusiasme masyarakat membudidayakan tanaman kopi ini seiring dengan harganya yang terus melambung.

Gabah kopi yang dijual dari lahan satu hektare dapat menghasilkan Rp 500 ribu per pekan, kata Hardi Lubis, petani kopi di Desa Pakantan Lombang, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal.

Kopi di Pakantan diolah secara tradisional. Mulai dari penjemuran sampai siap saji. Untuk masyarakat Desa Pakantan, kopi biasanya disajikan dengan gula merah. Proses yang tradisional dan campuran gula aren ini membuat kopi pakantan punya citarasa tersendiri. Selain itu, tingkat keasaman kopi juga lebih rendah.

Reporter: Sir

Tags: Kopi Arabikakopi mandailingKopi PakantanKopi Robusta
ShareTweet
Next Post
Astagfirullah, Belasan Ribu Anak di Indonesia Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

Astagfirullah, Belasan Ribu Anak di Indonesia Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

Discussion about this post

Recommended

Presiden Prabowo Kumpulkan Para Mantan Menlu dan Wamenlu di Istana

Presiden Prabowo Kumpulkan Para Mantan Menlu dan Wamenlu di Istana

1 bulan ago
Tim Gabungan Turunkan Dua Perahu Karet untuk Mencari Kakek yang Hilang di Sungai

Tim Gabungan Turunkan Dua Perahu Karet untuk Mencari Kakek yang Hilang di Sungai

3 tahun ago

Popular News

  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok Kabupaten Madina Berusia 27 Tahun, Ini Agenda Peringatannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Sumper Mulia Harahap Dilantik sebagai Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tembak Pria Asal Madina yang Membunuh Lansia di Angkola Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JAMASRA Padangsidimpuan Tingkatkan Intensitas Ibadah pada Ramadan 1447 H

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025