Kabut asap pekat di Madina menurunkan jarak pandang hingga 500 meter. Bupati siapkan 50 ribu masker dan uji kualitas udara demi kesehatan warga.
Panyabungan, StartNews – Kabut asap pekat kembali mengepung wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, hingga menurunkan jarak pandang dan memicu keresahan warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina menyiapkan puluhan ribu masker serta mengagendakan uji kualitas udara guna melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman ISPA.
Kondisi udara yang kian pekat dan pengap tersebut membuat jarak pandang di sejumlah titik tersisa sekitar 500 meter saja. Situasi ini memaksa para pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk ekstra waspada demi menghindari kecelakaan lalu lintas.
Menyikapi krisis lingkungan itu, Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan jajarannya langsung berkoordinasi dengan instansi teknis untuk memitigasi dampak buruk kabut asap. Pemerintah daerah memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi ancaman penurunan kualitas udara tersebut.
“Kita mengimbau masyarakat agar berhati-hati kalau berkendara dan disarankan memakai masker,” ujar Saipullah, Selasa (13/10/2026) malam.
Sebagai tindak lanjut, Saipullah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memimpin koordinasi lintas sektoral dalam penanganan di lapangan. Langkah ini pun langsung diambil oleh Kepala Pelaksana BPBD Madina Muksin Nasution dengan menyiapkan 50 ribu masker gratis guna dibagikan kepada warga yang membutuhkan perlindungan pernapasan.
Selain pembagian masker, Dinas Kesehatan dan instansi terkait juga turun tangan melakukan uji laboratorium terhadap kualitas udara di berbagai titik wilayah Madina. Pengujian ini bertujuan mengukur tingkat polusi sekaligus memastikan sejauh mana partikel berbahaya mencemari udara yang dihirup warga sehari-hari.
Pemeriksaan laboratorium tersebut penting untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita riwayat penyakit pernapasan kronis dari ancaman infeksi paru-paru. Pemerintah daerah berjanji akan mengumumkan hasil uji udara tersebut secara transparan agar publik mengetahui tingkat risiko secara akurat.
Di tengah situasi darurat ini, pemerintah daerah terus menyerukan agar warga membatasi aktivitas fisik di luar ruangan dan wajib mengenakan masker standar saat terpaksa bepergian.
Di sisi lain, warga mendesak pemerintah agar tidak hanya fokus pada pembagian masker, tetapi juga menelusuri sumber asap guna menghentikan polusi dari akarnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post