Perwakilan SPPG di Panyabungan beraudiensi dengan Camat Panyabungan untuk mendorong pendampingan petani lokal menanam komoditas hortikultura guna menjaga stabilitas dan efisiensi rantai pasok pangan.
Panyabungan, StartNews – Sejumlah perwakilan yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Panyabungan beraudiensi dengan Camat Panyabungan Martua Efendi Matondang di Kantor Camat Panyabungan, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan itu membahas langkah-langkah untuk menjamin kepastian pasokan bahan pangan sekaligus menekan ketergantungan komoditas sayur dan buah yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar daerah.
Audiensi ini dihadiri sebelas perwakilan mitra dan pengelola SPPG dari berbagai yayasan, di antaranya Didi Kusumawanto (Yayasan Insan Mandiri Berkemajuan), Afriam Nasution, Ihwan Anugrah, dan Lianawaty Siregar (Yayasan Aksi Solidaritas Bersama),.
Selian itu, Yacub Ridwan (Yayasan Sudena Gandeng Tangan), Hadi Irham (Yayasan Duta Gizi Nusantara), Nurintan Pohan dan Fitriani Lubis (Yayasan Indonesia Terang Benderang), Sukri Iskandar (Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera), Faisal (Yayasan Kirana Bhakti Bangsa), serta Syafruddin Nst (Yayasan Cahaya Semesta Bersama).
Dalam diskusi itu, pengelola SPPG menyoroti lonjakan dan fluktuasi harga komoditas pangan di pasaran yang dinilai memengaruhi stabilitas pengadaan bahan baku harian. Pengelola SPPG berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif melalui regulasi dan pembinaan teknis di tingkat basis.
“Ini sebagai masukan bagi arah kebijakan pemerintah kedepan, mengingat harga komoditas saat ini tinggi, tidak stabil, dan kerap berubah setiap hari. Kami berharap pemerintah dapat memberikan arahan sekaligus pendampingan serta pembinaan kepada petani kita agar lebih memprioritaskan penanaman komoditas tertentu,” ujar perwakilan SPPG saat menyampaikan aspirasi.
Beberapa komoditas hortikultura yang dinilai mendesak dan menjadi prioritas utama kebutuhan SPPG meliputi cabai, wortel, buncis, kacang panjang, labu, kangkung, hingga buah semangka.
Pengoptimalan hasil panen dari petani lokal dipandang penting untuk memangkas ketergantungan pasokan dari luar kabupaten serta mengefisiensikan jalur distribusi pangan.
Merespons aspirasi tersebut, Camat Panyabungan Martua Efendi Matondang bwrkomitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut ke jajaran pimpinan di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina).
“Sebagai perwakilan pemerintah di tingkat kecamatan, kami tentu menyambut baik masukan dan aspirasi dari pihak SPPG ini. Hal ini menjadi catatan penting dan akan segera saya laporkan kepada pimpinan di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,” tegas Martua.
Dia menilai, tingginya volume kebutuhan bahan baku pangan SPPG sejatinya menjadi momentum dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat agraris di wilayah Panyabungan secara berkelanjutan.
“Kebutuhan ini sekaligus bisa memberdayakan petani lokal kita untuk menanam jenis sayur dan buah yang dibutuhkan SPPG. Dengan begitu, serapan pasarnya jelas dan perputaran ekonominya langsung dirasakan oleh petani kita,” kata Martua.
Reporter: Sir




Discussion about this post