Disdikbud Madina memanggil kepala sekolah dan guru guna mengklarifikasi fakta di balik kasus kematian tragis seorang siswa di Kecamatan Bukitmalintang.
Panyabungan, StartNews – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memanggil kepala sekolah serta wali kelas dari seorang siswa yang ditemukan tewas tergantung di Kecamatan Bukitmalintang. Tujuannya, menggali informasi yang menyeluruh dan berimbang pasca-munculnya perhatian luas dari masyarakat.
Sekretaris Disdikbud Madina Ade Elvia Nora mengatakan pemanggilan tersebut saat memberikan keterangan di Kantor Disdikbud Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Rabu (7/10/2026). Pihaknya merespons keterangan yang sebelumnya sempat disampaikan oleh orangtua almarhumah kepada publik.
“Kepala sekolah dan wali kelas almarhumah anak itu telah kami panggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan yang utuh mengingat beberapa hari lalu orangtua anak sudah memberikan penjelasan kepada publik,” ujar Ade.
Selain memanggil pihak sekolah, tim Disdikbud Madina mendatangi langsung rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita. Namun, tim belum sempat bertemu secara langsung karena ibu korban sedang tidak berada di lokasi saat kunjungan berlangsung.
Di sisi lain, wali kelas almarhumah secara tegas menepis tuduhan terkait adanya dugaan intimidasi atau tindakan kasar terhadap korban selama di sekolah. Dia memastikan interaksi yang terjadi di kelas hanya sebatas teguran wajar antara pendidik dan peserta didik.
“Tidak ada. Teguran pun hanya sebatas guru dengan murid, tidak ada yang berlebihan,” tegas wali kelas tersebut.
Dia merinci suasana kelas sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Korban sempat diajak bergabung oleh dua teman sekelasnya untuk belajar menggunakan media layar pintar, lalu melanjutkan kegiatan makan bersama saat jam istirahat.
“Karena dia diam, saya sapa dan saya tanya apa dia mau makan atau gimana. Dijawab, iya. Habis itu dia makan dan karena sudah masuk jam istirahat saya tinggalkan kelas,” ungkap sang guru.
Tak lama setelah korban pulang ke rumah saat jam istirahat, pihak sekolah terkejut mendengar teriakan ibu korban. Sang anak rupanya telah ditemukan dalam kondisi tergantung di area belakang rumah.
Mengenai rumor perselisihan dengan keluarga korban, wali kelas menjelaskan hal itu hanya gesekan kecil antar-anak di lingkungan perumahan tempat mereka bertetangga.
Dia menegaskan tidak pernah membawa urusan pribadi tetangga ke lingkungan sekolah dan merasa kehilangan atas kepergian muridnya.
Kepala sekolah juga memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan tidak pernah menerima laporan atau keluhan dari orangtua murid terkait perilaku staf pengajar di sekolahnya.
Mengenai keberadaannya yang sempat sulit ditemui insan pers pada Senin lalu, dia menjelaskan dirinya bersama tiga orang guru sedang memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan resmi.
Pihak sekolah mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian. Pihak sekolah berkomitmen kooperatif dan menghormati penuh seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Reporter: Sir




Discussion about this post