Anggota DPRD Madina Maharuddin Umpan membantah keras isu perselingkuhan yang mencatut atribut Partai Demokrat di media sosial dan siap mengambil langkah hukum.
Panyabungan, StartNews – Serangan rumor tak berdasar yang memanfaatkan atribut partai politik di media sosial kembali menyasar ranah personal pejabat publik. Kali ini menimpa anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat, Maharuddin Umpan.
Narasi yang diunggah sebuah akun di media sosial (medsos) tidak hanya menyebarkan tuduhan perselingkuhan antara Maharuddin dengan seorang staf, tetapi juga secara serampangan mencatut logo Partai Demokrat serta mempublikasikan alamat kediaman pribadinya secara terbuka.
Merespons tindakan yang dinilai sebagai pembunuhan karakter tersebut, Maharuddin Umpan menegaskan seluruh narasi yang beredar di dunia maya sama sekali tidak berdasarkan fakta. Hubungan kerja antara dirinya dan staf yang bersangkutan berjalan profesional sesuai tugas pokok dan fungsi, tanpa ada keterikatan personal seperti yang digembar-gemborkan.
“Saya membantah dengan tegas informasi tersebut. Itu tidak benar dan tidak berdasar. Kalau ada yang menuduh, silakan tunjukkan buktinya. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar dan merugikan nama baik orang,” kata Maharuddin, Kamis (17/9/2026).
Maharuddin menilai penyebaran informasi tanpa klarifikasi dan bukti terverifikasi itu melanggar norma kepatutan serta memicu pencemaran nama baik. Dia menyatakan tidak akan tinggal diam jika kampanye hitam berkedok desas-desus media sosial ini terus berlanjut.
Demi menjaga integritas diri dan nama baik institusi partai yang ikut dicatut, Maharuddin memilih opsi penyelesaian melalui jalur hukum yang saat ini sedang dimatangkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dia juga meminta masyarakat lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi liar di media sosial yang sengaja diembuskan tanpa dasar pembuktian yang sah.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post