Sebanyak 20 siswa MTs Swasta Arriyadhul Mukhlisin dilarikan ke Puskesmas usai menyantap Makan Bergizi Gratis. Namun, Camat Panyabungan Utara Amizar Yusuf Hasibuan menepis insiden itu akibat keracunan makanan.
Panyabungan, StartNews – Kepanikan melanda para orangtua siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Arriyadhul Mukhlisin di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, sebanyak 20 siswa sekolah itu terpaksa dilarikan ke Puskesmas Mompang dengan kondisi lemas dan berkeringat dingin usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026).
Kondisi para korban terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial facebook. Dalam rekaman itu, tampak seorang anak sekolah berjalan gontai sebelum akhirnya duduk berjongkok di tepi jalan karena tidak kuat menahan lemas. Kepanikan warga dan orangtua di lokasi kejadian memicu seruan boikot dari kalangan ibu-ibu terhadap menu makanan dari program pemerintah tersebut.
Salah seorang ibu yang mengenakan jilbab biru secara tegas memperingatkan anak-anak yang masih berada di lokasi untuk tidak lagi menyentuh makanan tersebut. “Bahaya itu. Jangan lagi dimakan kalau begitu. Kalaupun diterima makanannya, jangan dimakan,” tegasnya.
Pernyataan itu disetujui oleh ibu lainnya di lokasi kejadian. Dia bersyukur beberapa anak bisa memuntahkan makanan tersebut lebih cepat, sehingga efeknya tidak terlalu fatal.
“Memang sangat sakit rasanya. Keringat dingin, badannya dingin. Kondisinya jadi lemas, mau dibawa pun susah. Karena pasti akan tetap dikasih mereka entah bagaimanapun ceritanya, makanya jangan dimakan lagi,” ungkap ibu itu.
Saat menjalani penanganan medis di Puskesmas Mompang Jae, sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan, termasuk pemasangan selang infus untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat kondisi yang dialami.
Sementara Camat Panyabungan Utara Amizar Yusuf Hasibuan membenarkan adanya insiden puluhan siswa MTs Swasta yang dilarikan ke Puskesmas Mompang Jae. Namun, dia membantah insiden tersebut merupakan kasus keracunan.
“Kata Kepala Puskesmas bukan keracunan, melainkan sakit perut. Anak-anak tersebut juga tidak lama dirawat di Puskesmas,” kata Amizar, seperti dirilis mohganews.co.id.
Meskipun menepis isu keracunan, Amizar mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab puluhan anak tersebut mengalami sakit perut massal secara bersamaan di waktu yang berdekatan.
Dia mengarahkan agar detail teknis medis ditanyakan kepada Kepala Puskesmas Mompang Jae. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Puskesmas Mompang Jae belum memberikan keterangan hasil diagnosis terkait insiden yang menimpa para pelajar tersebut.
Reporter: Sir




Discussion about this post