Pemkab Madina menggelar monev observasi di Desa Maga Dolok untuk menilai kesiapan menjadi percontohan Desa Anti Korupsi tingkat provinsi.
LSM, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menargetkan Desa Maga Dolok di Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM) sebagai pelopor tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Observasi Calon Percontohan Desa Anti Korupsi pada Selasa (1/9/2026).
Hal itu menjadi bagian agenda pemberantasan korupsi nasional yang diusung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Desa, guna memastikan tata kelola tingkat tapak terbebas dari praktik penyelewengan.
Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Sumatera Utara H. Muhammad Suaib melalui pengarahan secara daring menekankan lima kriteria utama yang menjadi indikator penilaian. Menurut dia, pemenuhan pilar ini menentukan efektivitas pengalokasian anggaran di tingkat desa.
“Desa harus memenuhi lima pilar. Pertama, tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Kedua, transparansi. Ketiga, pengawasan partisipatif masyarakat. Keempat, perilaku anti-korupsi aparatur. Kelima, pelayanan publik yang bersih. Jika lima ini jalan, maka dana desa akan tepat sasaran dan kepercayaan masyarakat akan tumbuh,” tegas Suaib.
Mendukung pemenuhan indikator tersebut, Plt. Kepala Diskominfo Madina Muhammad Syail Lubis menggarisbawahi pentingnya keterbukaan informasi publik hingga ke ranah digital. Diskominfo berkomitmen menjamin seluruh laporan keuangan publik dapat diakses dengan mudah oleh warga.
“Tugas kami memastikan informasi APBDes, realisasi kegiatan, dan pengadaan barang jasa dipublikasikan melalui papan informasi dan kanal digital desa. Transparansi adalah kunci pencegahan korupsi,” kata Syail Lubis.
Sementara Kadis PMD Madina Irsal Pariadi menjelaskan, hasil observasi lapangan oleh tim provinsi akan menentukan rekomendasi bagi Maga Dolok. Pihaknya berharap keberhasilan desa ini dapat menjadi role model bagi 377 desa lainnya di Madina.
Respon positif juga disampaikan Pemerintah Desa Maga Dolok bersama Badan Permusyawaratan Desa yang menyatakan kesiapan mengikuti seluruh tahapan. Kepala Desa Maga Dolok menegaskan partisipasi warga telah dijalankan sejak tahap perencanaan program hingga pengawasan proyek.
“Kami siap. Masyarakat sudah dilibatkan dalam perencanaan dan pengawasan. Kami ingin membuktikan desa kami bisa bersih dan melayani,” katanya.
Perwakilan Inspektorat Madina yang hadir menambahkan imbauan terkait pentingnya ketertiban administrasi, akuntabilitas pelaporan keuangan, serta legalitas pengelolaan aset desa sesuai regulasi yang berlaku.
Rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan observasi fisik oleh Tim PMD Provinsi Sumatera Utara ke kantor desa dan fasilitas papan informasi publik, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Hasil Monev sebagai pertanda optimisme menuju pembentukan pemerintahan desa yang tepercaya.
Reporter: Sir





Discussion about this post