Pelantikan 11 pejabat eselon II Pemkab Madina ditunda mendadak akibat bentrok jadwal paripurna DPRD. Penundaan memicu sorotan terkait koordinasi internal Pemkab.
Panyabungan, StartNews — Pelantikan 11 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) hasil lelang terbuka di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (31/8/2026) pukul 10.00 WIB terpaksa ditunda secara mendadak. Agenda penyerahan jabatan tersebut dialihkan ke pukul 14.00 WIB pada hari yang sama karena adanya hambatan koordinasi jadwal.
Penundaan ini mengemuka setelah panitia mendapati adanya agenda rapat paripurna DPRD Kabupaten Madina yang berlangsung bersamaan dengan jam pelantikan awal. Ironisnya, jadwal rapat paripurna tersebut diketahui telah ditetapkan oleh badan musyawarah legislatif sejak beberapa pekan sebelumnya.
Seorang anggota DPRD Madina, mengritik lemahnya sinkronisasi agenda di tingkat pimpinan daerah hingga menyebabkan jadwal penting harus berbenturan.
“Jadwal sidang paripurna DPRD itu sebenarnya sudah diagendakan dan disepakati sejak tiga minggu yang lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai bentroknya agenda penting tersebut.
Meski acara pelantikan sempat tertahan dari jadwal semula, suasana di Komplek Perkantoran Payaloting tetap diwarnai nuansa seremonial. Berdasarkan pantauan di lapangan sejak Senin pagi, puluhan karangan bunga ucapan selamat sudah memenuhi halaman depan Aula Kantor Bupati Madina.
Deretan papan bunga tersebut sebagian besar ditujukan untuk memberikan ucapan selamat kepada dr. Firdaus Batubara yang menjadi salah satu pejabat yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina.
Sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Madina membenarkan bahwa Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dijadwalkan melantik para pejabat baru tersebut setelah agenda paripurna selesai.
Pelantikan ini merupakan tahap akhir dari Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) melalui mekanisme lelang jabatan terbuka yang digelar Pemkab Madina. Pengisian 11 posisi eselon II ini diharapkan dapat segera mengakhiri kekosongan jabatan birokrasi demi mengoptimalkan kembali roda pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal.
Reporter: Sir





Discussion about this post