Bareskrim Polri membongkar modus baru pengiriman ganja antar-provinsi berkedok paket tekstil melalui media sosial Instagram yang dikendalikan seorang mahasiswa di Medan.
Jakarta, StartNews — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar praktik penyelundupan ganja lintas pulau berkedok pengiriman barang tekstil melalui ekspedisi swasta, yang dikendalikan oleh seorang mahasiswa di Medan, Sumatera Utara.
Aksi ilegal yang memanfaatkan akun Instagram King_Garden ini terbongkar berkat kecurigaan polisi saat menggelar operasi Routine Yang Ditingkatkan (KRYD) di Pos Pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pengungkapan beruntun ini berlangsung sejak pertengahan hingga akhir Agustus 2026, menjangkau jaringan pembeli di Pasuruan, Brebes, hingga Bogor.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan ini berawal dari penemuan paket mencurigakan di dalam truk ekspedisi Indah Cargo yang hendak menyeberang menuju Jawa.
“Kami menemukan pola yang konsisten di mana pelaku memanfaatkan platform media sosial untuk transaksi dan mengelabuhi petugas ekspedisi dengan mengemas ganja bersama lembaran kain atau tekstil,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Jumat (28/8/2036).
Melalui teknik penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery), tim penyidik berhasil menciduk lima orang tersangka dari berbagai lokasi.
Di Pasuruan, polisi mengamankan Samik Umar Syeban yang bertindak atas perintah Saiful Rochman, seorang warga binaan di Lapas Klas I Malang.
Pengembangan berlanjut ke Brebes dengan menangkap Saeful Maulana, serta Sugito Halim di Bogor yang berencana mengedarkan barang haram tersebut hingga ke wilayah Serang.
Puncak penindakan ini terjadi di Medan pada Kamis (27/8/2026). Penyidik meringkus Lio Yeheskiel Siburian, mahasiswa yang mengoperasikan akun Instagram tersebut, saat hendak mengirim paket ganja di kantor ekspedisi setempat.
Penggeledahan di kamar kos tersangka di kawasan Padang Bulan menemukan puluhan paket ganja siap edar serta batang ganja kering.
Secara keseluruhan, polisi menyita lebih dari 9 kilogram ganja, ratusan butir obat keras seperti Heximer dan Tramadol, serta berbagai perlengkapan pengemasan.
Guna memutus rantai peredaran ini, polisi kini mengalihkan fokus pada penelusuran aliran dana serta perburuan pemasok utama.
“Kami tidak berhenti pada pengedar di tingkat akhir. Saat ini fokus kami mengusut jaringan pemasok hulu, melacak keberadaan ladang ganja, serta menelusuri seluruh transaksi keuangan para tersangka,” kata Eko.
Dia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan penyedia jasa pengiriman guna mengantisipasi penyalahgunaan jalur logistik darat oleh jaringan pengedar narkotika pada masa mendatang.
Reporter: Sir




Discussion about this post