Gelombang atlet dari Kepulauan Nias melonjak drastis menjelang Porprovsu XII 2026. KONI Sumut catat 5.654 atlet siap berlaga di 28 cabor.
Medan, StartNews – Sebanyak 5.654 atlet dari berbagai penjuru Sumatera Utara (Sumut) terdaftar untuk bertarung dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026, dengan lonjakan partisipasi paling signifikan datang dari kawasan Kepulauan Nias.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut Hatunggal Siregar mengatakan angka pendaftaran tersebut dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (27/8/2026).
Dia mengatakan jumlah itu masih berpotensi melonjak mengingat proses pendaftaran tahap kedua untuk 28 cabang olahraga (cabor) masih dibuka hingga menjelang pelaksanaan pada 7–15 November 2026.
Pendekatan langsung ke daerah-daerah terpencil menjadi kunci meledaknya antusiasme peserta tahun ini, yang secara khusus didorong oleh arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution agar penjaringan potensi olahraga dilakukan secara merata tanpa ada wilayah yang terisolasi.
Sosialisasi masif yang digelar KONI Sumut di Gunungsitoli berhasil memicu kenaikan drastis jumlah utusan atlet dari kawasan Kepulauan Nias jika dibandingkan dengan gelaran Porprovsu 2022.
“Dari Kepulauan Nias dulu total hanya ada 69 atlet yang ikut, sekarang kalau ditotal yang sudah mendaftar sudah ada 198 atlet. Sosialisasi ini terus gencar kami lakukan karena Porprovsu merupakan ajang strategis untuk menjaring dan memetakan atlet-atlet potensial Sumut,” ujar Hatunggal.
Lonjakan tersebut tercatat hampir di seluruh wilayah kepulauan, seperti Kabupaten Nias yang melompat dari 9 atlet menjadi 43 atlet, Nias Barat dari 6 menjadi 50 atlet, Gunungsitoli naik dari 33 menjadi 50 atlet, serta Nias Utara yang meningkat dari 21 menjadi 24 atlet. Bahkan, Kabupaten Nias Selatan yang pada Porprovsu edisi sebelumnya absen total, kini secara mengejutkan langsung mendaftarkan 31 atlet terbaiknya.
Para atlet nantinya akan memperebutkan total 2.683 medali dari 386 nomor pertandingan. Mengenai pembiayaan event, KONI Sumut menerapkan skema kolaborasi dengan membagi alokasi anggaran operasional atlet sebesar 50 persen dari KONI Kabupaten/Kota dan 50 persen dari KONI Sumut. Sementara pembiayaan kepanitiaan ditanggung oleh KONI Sumut melalui skema Perubahan APBD (P-APBD).
Dukungan terhadap penguatan ekosistem olahraga daerah ini juga diamini oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora). Kepala Dispora Sumut M. Mahfullah Pratama Daulay menyatakan kesiapan instansinya untuk menyokong kalender kejuaraan KONI, terlebih dengan adanya rencana pembentukan tata kelola keuangan yang lebih fleksibel demi kemandirian event olahraga di masa depan.
“Kami terus mendukung ajang kejuaraan yang digelar KONI Sumut, apalagi jika Dispora sudah bertransformasi menjadi BLUD, maka kita bisa mandiri terutama soal keuangan, kita bisa menggelar berbagai event tanpa bergantung lagi dengan APBD,” kata Mahfullah.
Reporter: Sir





Discussion about this post