Padangsidimpuan, StartNews – Warga Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, mendadak gempar pada Kamis (8/1/2026) sore. Sesosok jasad pria ditemukan terbujur kaku dengan kondisi mengenaskan di sebuah kebun karet milik warga di Aek Gareder, Lingkungan II. Pada tubuh korban ditemukan 18 titik luka tusukan.
Korban teridentifikasi berinisial NN (45), seorang petani asal Desa Muara Ampolu, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Penemuan ini bermula saat seorang warga yang hendak menuju kebun mencium bau tidak sedap sekitar pukul 15.37 WIB, lalu menemukan jasad korban tergeletak di balik semak-semak.
Kapolres Padangsidimpuan melalui Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho, mengatakan saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang tanpa baju dan mengenakan celana jins hitam. Yang mencolok, leher korban terikat kain kaus hijau yang robek dengan dua simpul mati, serta sebuah ikat pinggang yang tergantung di pohon karet.
“Secara kasat mata, kematiannya tidak wajar. Kami langsung melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Hasiholan.
Berdasarkan hasil visum sementara di RSUD Kota Padangsidimpuan oleh dr. Lily Damayanti Lubis, ditemukan fakta-fakta mengerikan yang memperkuat dugaan tindak pidana. Pada tubuh korban ditemukan 18 titik luka tusukan tidak beraturan di area kepala.
Selain itu, dua luka tusuk di bagian belakang kepala dan luka robek di daun telinga kiri. Luka lecet melingkar di leher dan memar di berbagai bagian tubuh seperti lengan, paha, dan kelopak mata. Tanda-tanda fisik lain seperti lidah tergigit serta keluarnya cairan dari kemaluan dan anus.
“Hasil pemeriksaan medis mengarah kuat bahwa korban meninggal secara tidak wajar. Diduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” tegas Kasat Reskrim.
Ironisnya, di saat bersamaan dengan penemuan jasad tersebut, istri pertama korban, Nurlina Sari Siburian, sedang berada di SPKT Polres Padangsidimpuan untuk melaporkan suaminya hilang sejak Rabu (7/1/2026). Mendengar kabar penemuan mayat, dia langsung menuju lokasi dan memastikan jasad tersebut adalah suaminya.
Pihak keluarga menyatakan keberatan atas kematian korban dan meminta dilakukan autopsi. Menanggapi permintaan tersebut, Polres Padangsidimpuan akan membawa jasad NN ke RS Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Padangsidimpuan tengah melakukan penyelidikan intensif, termasuk mendalami aktivitas terakhir korban dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial. “Kami masih mendalami siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara resmi,” pungkas AKP Hasiholan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post