• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Visualisasi Provokatif Aksi Cipayung Plus di Madina Nodai Marwah Gerakan Intelektual

by Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026
0 0
0
Visualisasi Provokatif Aksi Cipayung Plus di Madina Nodai Marwah Gerakan Intelektual

Abdul Majid Nasution (kiri) dan Madina Andi Musohur Nasution. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Rencana aksi demonstrasi Cipayung Plus dan Poros Pelajar di Madina menuai sorotan. Penggunaan meme visual yang dinilai menghina kepala daerah memicu kritik dari tokoh pemuda terkait etika dan potensi pelanggaran UU ITE.

Panyabungan, StartNews – Rencana aksi demonstrasi yang digagas oleh kelompok Cipayung Plus dan Poros Pelajar pada Kamis (11/6/2026) besok memicu kontroversi publik akibat beredarnya selebaran digital di media sosial yang memuat visualisasi provokatif terhadap kepala daerah.

Pamflet tersebut menampilkan ilustrasi yang dianggap melecehkan martabat personal bupati dengan menyandingkannya pada gambar binatang bertaji besar. Ini tindakan yang dinilai keluar dari koridor hukum dan etika akademis.

Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Abdul Majid Nasution melontarkan kritik tajam terkait hal itu melalui pernyataan pers yang diterima redaksi pada Rabu (10/6/2026).

Kendati hak menyampaikan pendapat dilindungi konstitusi, menurut Abdul Majid, tindakan menyebarkan meme yang tidak pantas tersebut justru mencederai esensi demokrasi itu sendiri.

“Pemuatan player, meme seorang kepala daerah dengan gambar yang tidak pantas, tentu sangat kita sesalkan. Kita menilai hal tersebut tindakan yang melanggar etika, adat, kesopanan, norma sosial atau peraturan perundang-undangan yang berpotensi tinggi mencederai ruh demokrasi dan esensi aspirasi,” tulis Abdul Majid dalam rilis persnya.

Mantan aktivis HMI Universitas Padjadjaran ini menambahkan, mahasiswa seharusnya mengedepankan gerakan berbasis riset ilmiah dan argumen yang elegan ketimbang menyuguhkan narasi visual yang menyerang personal.

Menurut dia, pemikiran yang tendensius seperti itu berisiko membawa ranah kritik ke jalur pidana terkait ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Madina Andi Musohur Nasution melihat fenomena manipulasi visual ini sebagai kemunduran paradigma gerakan kaum terdidik.

Andi menyayangkan pergeseran fokus demonstrasi yang kini terkesan hanya mencari sensasi dan mengabaikan substansi kebijakan yang seharusnya dikritisi.

“Tindakan seperti ini justru menutup pintu dialog yang kritis dan menafikan rasionalitas serta cenderung memperkeruh suasana publik. Hal ini sangat menodai gerakan aktivis yang konon katanya kaum intelektual. Kok kelihatannya ini pamer arogansi, gaya premanisme berkedok akademis, terkesan barbar, dan tidak terpelajar,” kata Andi.

Lebih lanjut bendahara DPC PPP Madina itu mengingatkan adanya batasan hukum yang tegas dalam berekspresi. Satu di antaranya melalui regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dia mengatakan kualitas demokrasi diuji dari cara masyarakat menyampaikan perbedaan pendapat secara sehat, bukan melalui metode yang miskin akal sehat dan minus moralitas.

Reporter: Sir

Tags: Cipayung PlusGerakan IntelektualmadinaMarwahNodaiVisualisasi Provokatif
ShareTweet
Next Post
Alamakjang! Mau Nimbun Minyak, Malah Mobilnya Jadi Arang

Alamakjang! Mau Nimbun Minyak, Malah Mobilnya Jadi Arang

Discussion about this post

Recommended

Bupati Tapsel Hadiri Wisuda Putra Bungsunya di Harvard University

Bupati Tapsel Hadiri Wisuda Putra Bungsunya di Harvard University

1 tahun ago
Hinca Sebut Tahanan Narkotika Penyebab Over Capacity Lapas di Sumut

Hinca Sebut Tahanan Narkotika Penyebab Over Capacity Lapas di Sumut

4 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Malapraktik, Pasien Laporkan RS Permata Madina dan Dua Dokter ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Salurkan 62 Ribu Paket Bantuan Beras dan Minyak Goreng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Misteri Urine Jernih di Malam Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026