Iran resmi tutup total wilayah udara usai serangan rudal Israel dan AS menghantam Teheran. Simak detail ledakan di kediaman Khamenei dan pernyataan Donald Trump.
Teheran, StartNews – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah otoritas Iran mengumumkan penutupan total wilayah udara di seluruh negeri pada Sabtu (28/2/2026). Langkah darurat ini diambil menyusul serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah titik strategis, termasuk ibu kota Teheran.
Penutupan ruang udara ini berdampak pada rute penerbangan internasional, mengingat posisi geografis Iran sebagai jalur penting antara Asia dan Eropa.
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran menegaskan keputusan itu diambil demi alasan keamanan nasional yang mendesak setelah ledakan hebat mengguncang pusat-pusat kota.
“Wilayah udara seluruh negeri ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar juru bicara tersebut dalam keterangan resmi yang dikutip kantor berita Tasnim.
Situasi di lapangan sangat mencekam ketika tujuh rudal dilaporkan menghantam distrik Keshvardoost dan Pasteur di Teheran. Area tersebut merupakan wilayah sensitif karena menjadi lokasi kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kepulan asap tebal terlihat menjulang di langit Teheran, sementara ledakan berantai juga dilaporkan terjadi di Isfahan, Qom, Karaj, hingga Kermanshah.
Pihak militer Israel secara terbuka mengakui keterlibatan mereka dalam operasi ini. Israel mengklaim serangan tersebut merupakan tindakan defensif untuk melumpuhkan kekuatan militer lawan sebelum ancaman yang lebih besar muncul. Pejabat tinggi Israel menyebutkan target operasi adalah infrastruktur strategis yang berkaitan dengan persenjataan berat.
“Serangan tersebut menargetkan situs-situs rezim dan militer, termasuk rudal balistik Iran,” demikian dilaporkan televisi Israel KAN yang mengutip pernyataan resmi pejabat setempat.
Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis pernyataan video yang mengonfirmasi keterlibatan aktif Washington dalam operasi skala besar ini.
Trump menegaskan tujuan utama serangan untuk menghancurkan kapasitas industri militer Iran secara permanen agar tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan nasional Negeri Paman Sam.
“Ini adalah operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita. Serangan ini akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah,” tegas Presiden Trump.
Hingga saat ini, kondisi di perbatasan dan wilayah udara regional masih berada dalam status siaga tinggi. Israel juga menutup wilayah udaranya sendiri dan menetapkan keadaan darurat nasional setelah sirene peringatan serangan udara terdengar di Yerusalem.
Dunia kini tengah memantau respons balasan dari Teheran di tengah kekhawatiran pecahnya perang terbuka yang lebih luas.
Reporter: Dbs/Sir





Discussion about this post