Panyabungan, StartNews H. Fahrizal Effendi Nasution mengungkap latar belakang yang memotivasinya maju sebagai calon bupati Mandailing Natal (Madina) pada Pilkada 2024. Satu di antaranya, dia belum melihat adanya kehadiran pemerintah yang optimal dalam membangun masyarakat Madina menuju masyarakat yang sejahtera.
Fahrizal mengungkap motivasi itu kepada wartawan usai bersilaturahmi dengan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB Madina) di Aek Galoga, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sabtu (25/5/2024).
Fahrizal mengaku selalu mengikuti perjalanan Pemerintah Kabupaten Madina di usia yang beranjak 25 tahun ini. Menurut dia, sudah lima kontestasi politik melalui Pilkada Madina yang melahirkan kepala daerah.
Sebagai politis dan pegiat sosial, saya melihat belum ada keberpihakan yang totalitas dan fundamental terhadap pembangunan yang langsung menyentuh dan menyejahterakan masyarakat, ungkap Ketua DPD Hanura Madina ini.
Itu sebabnya, politisi bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggam Alam ini mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah (Bacakad) ke beberapa partai politik agar dapat berkontestasi pada Pilkada Madina 2024.
Harga mati harus menjadi bupati agar kebijakan-kebijakan itu bisa secara totalitas kita lakukan untuk lima tahun kedepan dengan berbagai inovasi dan kreativitas, tutur Fahrizal.
Fahrizal berani maju sebagai calon Bupati Madina beralaskan pada pengalamannya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara dua periode serta pernah menjadi pimpinan DPRD Madina dan kimisioner KPU Madina.
Saya pikir perjalanan karier politik ini sudah cukup panjang untuk mengenal lebih jauh dan lebih dalam persoalan yang dihadapi masyarakat Mandailing Natal, tuturnya.

Visi-Misi
Sementara di hadapan pengurus PKB Madina, Fahrizal memaparkan visi-misinya. Dia mengaku tidak memiliki progam abstrak yang susah dirasionalkan kepada masyarakat sebagai konstituen. Saya tidak membawa konsep yang hanya kulitnya saja, visi-misi ini tidak hanya fokus pada saya, tetapi melekat pada semua kader calon partai pengusung dan masyarakat Madina, katanya.
Fahrizal menerangkan program pembangunan yang direncanakan telah dituangkan dalam visi-misi yang disusunnya. Programnya mudah, tapi saya harus bisa meyakinkan calon partai pengusung dan masyarakat untuk meluruskan kebijakan pemerintah sebelumnya yang tidak populer, ujar pria bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini.
Meluruskan kebijakan yang tidak populer itu, jelas Fahrizal, merupakan satu langkah penting dalam menuju perubahan. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Hanura ini adalah alokasi dana desa. Dia menilai, banyak progam yang tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat desa.
Ketika saya terpilih, tentu setelah terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari partai, salah satunya PKB, program aneh-aneh itu akan dihapuskan atau diminimasir, terang ketua DPC Partai Hanura Madina ini.
Untuk memastikan penganggaran dana desa efektif, dia menegaskan akan diterbitkan peraturan bupati terkait pengalokasian dana desa dengan merujuk pada peraturan kementerian terkait. Misalnya, bimtek sampai enam kali dalam setahun dengan anggaran 10 juta rupiah per bimtek bisa dihapus, tuturnya.
Dengan meniadakan bimtek yang tidak benar-benar dibutuhkan desa, lanjut Fahrizal, bisa dialokasikan untuk mendukung pendidikan generasi muda masing-masing desa. Misalnya yang 60 juta itu digeser menjadi beasiswa bagi pelajar tidak mampu atau berprestasi, berapa orang yang terbantu setiap tahunnya, sebut mantan pimpinan DPRD Madina ini.
Di sisi lain, Fahrizal membuka ruang untuk membuat komitmen antara dirinya sebagai bakal calon dengan partai pengusung. Kalau saya diusung PKB, saya pastikan siap membuat komitmen bersama, termasuk membesarkan partai, tegasnya.
Efektivitas anggaran yang tepat sasaran menajdi salah satu poin penting visi misi yang disampaikan Fahrizal. Menurutnya, penganggaran APBD dan Dana BOS masih bisa dilakukan lebih baik sehingga terlaksana sebagaimana mestinya.
Sementara Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar yang membuka acara silaturahmi bacakada dengan kader ini memilai Fahrizal layak duduk di eksekutif sebagai kepala daerah. Penilaian itu berdasarkan jejak rekam Fahrizal dalam perjalanan karier politik.
Faslah menambahkan, putra daerah yang lebih paham dengan kondisi Madina ini. Pak Fahrizal ini sudah pernah duduk sebagai pimpinan DPRD Madina dan dua periode anggota DPRD Sumut, katanya.
Atas kesediaan Fahrizal menghadiri undangan PKB, Faslah menyampaikan ucapan terima kasih. Apresiasi dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pak Fahrizal karena telah memilih PKB sebagai calon partai pengusung, sebutnya.
Agenda silaturahmi ini merupakan sarana bagi backada menyampaikan program pembangunan kepada kader PKB sehingga bisa disosialisasikan ke konstituen.
Fahrizal merupakan bacakada kedua yang menghadiri acara silaturahmi ini. Sebelumnya, Ivan Iskandar Batubara. Sementara calon lain telah dijadwalkan untuk menghadiri kegiatan serupa di kantor DPC partai pimpinan Abdullah Muhaimin Iskandar itu.
Reporter: Sir





Discussion about this post