Polres Madina mengusut dugaan penipuan agen travel umrah Sultan Andalus Haramain (SAH) yang mengakibatkan 29 calon jamaah telantar di Bandara Kualanamu. Simak kronologi dan penanganan kasusnya oleh pihak kepolisian di sini.
Panyabungan, StartNews – Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) mulai menyelidiki dugaan penipuan biro perjalanan umrah Sultan Andalus Haramain (SAH) yang mengakibatkan 29 calon jamaah telantar dan gagal berangkat ke Tanah Suci. Puluhan jamaah ini sempat telantar di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (18/8/2026).
Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para korban pada Jumat (21/8/2026). Proses penyelidikan kini mulai bergulir dengan memanggil sejumlah pihak yang dirugikan.
“Ya, pada hari ini, Jumat tanggal 21 Agustus 2026, benar kami telah menerima laporan polisi terhadap dugaan kasus penipuan ataupun perbuatan curang yang dilakukan oleh agen travel umrah terhadap beberapa korban,” ujar AKP Tri Boy Alvin Siahaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, AKP Tri Boy membeberkan kronologi kejadian bermula saat para korban diberangkatkan dari Masjid Nur Ala Nur Panyabungan menuju Medan menggunakan jalur darat.
Setelah bermalam selama beberapa hari di Medan, para calon jamaah diantar menuju bandara oleh pihak travel. Namun, setibanya di bandara, agen perjalanan tersebut tidak memberikan kepastian dan membatalkan keberangkatan dengan alasan yang tidak jelas.
Dalam penanganan kasus ini, kata AKP Tri Boy, pihaknya telah mengantongi dua nama terlapor yang masing-masing berinisial SA dan AA. Penyidik Satreskrim Polres Madina saat ini mendalami lebih jauh peran dan hubungan kedua terlapor, termasuk dugaan keduanya merupakan pasangan suami- istri.
Dia juga menyebutkan tidak menutup kemungkinan bertambahnya jumlah korban di luar 29 orang yang telah melapor.
AKP Tri Boy menegaskan pihaknya akan bekerja cepat dalam merampungkan penyelidikan kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari para korban maupun saksi-saksi terkait.
“Tadi sudah kami menerima laporan polisi, kemudian saat ini sudah kami tangani dengan melakukan permintaan keterangan terhadap korban dan saksi-saksi. Namun, masih kami dalami untuk kemungkinan adanya korban-korban lainnya,” tegasnya.
Mengantisipasi jatuhnya korban baru dikemudian hari, Kasat Reskrim mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memilih biro perjalanan umrah.
“Imbauan kami agar masyarakat yang mungkin akan melangsungkan kegiatan seperti umrah ataupun naik haji untuk memastikan kembali travel yang melakukan pemberangkatan umrah atau haji,” pungkasnya.
Reporter: Agus Hasibuan




Discussion about this post