Pemkab Padanglawas Utara melepas keberangkatan bus arus balik gratis tahap pertama menuju Medan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menjamin keselamatan warga.
Paluta, StartNews – Pemerintah Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) memberangkatkan peserta arus balik dalam program Mudik Gratis Idulfitri hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/3/2026) sore.
Langkah itu merupakan strategi Pemkab Paluta untuk mengalihkan pemudik dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih aman dan terorganisasi.
Asisten II Setdakab Paluta Bangun Parlaungan secara simbolis melepas rombongan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Yusuf Muda Hasibuan. Dalam seremoni tersebut, fokus pemerintah tertuju pada standarisasi keselamatan perjalanan jauh, mengingat beban lalu lintas yang meningkat tajam selama periode pasca-Lebaran.
Bangun Parlaungan menegaskan, prioritas utama layanan ini bukanlah ketepatan waktu semata, melainkan keamanan seluruh warga hingga sampai di kota tujuan. Dia menginstruksikankepada para kru bus agar tidak terprovokasi oleh situasi jalanan yang padat.
“Tolong dijaga keselamatan dan kenyamanan warga kita yang menjadi peserta mudik hari ini. Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Mudah-mudahan perjalanan arus balik tahun ini tidak ada kendala dan seluruh penumpang selamat sampai tujuan,” ujar Bangun.
Secara teknis, mobilisasi arus balik dari wilayah Paluta menuju Medan dilakukan dengan memberangkatkan tiga unit bus berkapasitas masing-masing 40 penumpang setiap hari. Layanan transportasi cuma-cuma ini dijadwalkan terus melayani masyarakat secara bertahap hingga Sabtu (28/3/2026) mendatang.
Program ini merupakan kelanjutan inisiatif yang sebelumnya diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Sejak dilepas di Medan pada pertengahan Maret lalu, program ini menyerap lebih dari 6.500 peserta dengan misi utama menekan biaya transportasi masyarakat sekaligus mengurai kemacetan di jalur lintas provinsi.
Sebelumnya, Gubernur Bobby Nasution menyatakan penyediaan angkutan gratis merupakan solusi pemerintah untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Menurut dia, dengan berkurangnya volume kendaraan pribadi, risiko fatalitas di jalan dapat diminimalisasi secara signifikan.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ingin membantu mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Ini kita lakukan agar lalu lintas lebih lancar, angka kecelakaan menurun, dan tentunya mengurangi biaya transportasi masyarakat,” kata Bobby.
Reporter: Sir





Discussion about this post