Tambangan, StartNews Pekan Raya Durian dan Produk Unggulan Kecamatan Tambangan yang dibuka pada Sabtu, 12 Februari 2022 oleh Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution ditutup pada Minggu (13/2/2022) tepat pukul 24.00 WIB.
Penutupan pekan raya ditandai dengan pengumuman hasil kontes durian lokal yang diikuti 90 nama durian lokal perwakilan dari 20 desa. Juri kontes pekan raya durian ini berasal dari Kota Medan dan Padang Sidempuan.
Frizka harahap dan indah Br Tobing mengumumkan pemenang kontes pertama dimenangkan durian ‘Sitombaga dari Desa Muara Mais Jambur. Pohon durian Sitombaga ini sudah berumur 50an tahun.
Juara kedua disusul oleh durian ‘Sipisang perwakilan dari Desa Rao Rao Lombang. Juara ketiga diraih durian bernama ‘Siuntong Osa berasal dari Desa Laru Lombang. Juara keempat diraih durian ‘Sitombaga yang berasal dari Desa Rao Rao Dolok dan sudah berumur 40 tahun. Lalu, disusul durian ‘Silambang sebagai pemenang nomor 5 yang berasal dari desa yang sama yaitu Rao Rao Dolok.
Juara keenam diraih durian ‘Sigeduk perwakilan dari Desa Rao Rao Lombang. Sedangkan juara pavorit diraih durian ‘Sibombom dari Desa Panjaringan. Sibombom menjadi juara pavorit karena hampir mendekati standar dari kementerian dengan hasil daging duriannya 30 persen dari berat buah utuh, ujar frizka harahap.
Panitia dan juri membuat kesepakatan akan menyerahkan hadiah di bawah pohon durian langsung. Dan apabila tidak ada pohonnya, juri dan panitia akan mengagalkan juara tersebut, sebut juri, Indah Br Tobing didampingi panitia, Hendri Lubis
Camat Tambangan Enda Mora Lubis mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pengunjung yang telah menyukseskan pekan raya durian dan produk unggulan desa se Kecamatan Tambangan.
Atas nama seluruh masyarakat Kecamatan Tambangan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan pekan raya ini. Semoga berbagi rezeki selama dua hari ini memperoleh keberkahan dari Allah SWT sehingga produk unggulan dan hasil bumi dari desa kita semakin meningkat untuk masa akan datang, kata Enda.
Reporter: Rls





Discussion about this post