Pemprov Sumut targetkan status ‘Zero Pengungsi’ sebelum Lebaran 2026 dengan mempercepat pembangunan 1.427 unit Huntara di Tapteng dan Tapsel. Simak progres lengkapnya.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memacu pembangunan infrastruktur bagi warga terdampak bencana demi mengejar target zero pengungsi sebelum Lebaran 2026. Fokus saat ini tertuju pada penyelesaian 1.427 unit Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) agar masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan lebih layak.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan percepatan ini merupakan langkah penting mengingat masih ada ribuan warga yang bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terbaru, tercatat 909 kepala keluarga atau sekitar 3.506 jiwa yang nasibnya bergantung pada kesiapan hunian tersebut.
Dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut pada Rabu (25/2/2026), Basarin yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut optimistis proses perpindahan pengungsi akan selesai dalam waktu dekat. Dia mengatakan prioritas pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tidur di tenda darurat saat hari raya tiba.
“Dengan demikian penyediaan atau pembangunan selesai, semua akan tertampung di Huntara, mudah-mudahan mereka Lebaran bisa tinggal di Huntara,” ujar Basarin.
Beberapa titik hunian sebenarnya sudah mulai ditempati oleh warga, seperti di Lapangan Bola Simarpinggan dengan 186 unit dan Dusun Aek Latong sebanyak 118 unit. Lokasi lain seperti Adiankoting, Asrama Haji Pinangsori, hingga Lahan Rusunawa Pandan juga telah siap menampung ratusan jiwa lainnya, sementara sisa unit lainnya sedang dalam tahap finishing.
Selain mengandalkan Huntara, strategi Pemprov Sumut juga mencakup penyaluran dana bantuan sewa rumah untuk 313 kepala keluarga. Bantuan ini merupakan skema kolaborasi di mana tahap awal didanai oleh Pemprov Sumut dan selanjutnya diteruskan melalui Dana Tunggu Hunian (DTH) dari BNPB selama tiga bulan, hingga hunian tetap (Huntap) siap dihuni secara permanen.
Menatap masa depan pemulihan wilayah, Pemprov Sumut telah merampungkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Program jangka panjang yang dijadwalkan berjalan dari tahun 2026 hingga 2028 ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp30,5 triliun untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan ekonomi daerah yang terdampak.
Terkait pembaruan data korban, Basarin menjelaskan jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 376 jiwa setelah ditemukannya satu korban tambahan. Sementara operasi pencarian terhadap 40 orang yang masih dinyatakan hilang tetap dilakukan secara situasional jika ditemukan indikasi atau tanda-tanda keberadaan korban di lapangan.
Reporter: Sir





Discussion about this post