Sebuah video viral di media sosial menunjukkan aktivitas pengisian solar subsidi ke truk bermodifikasi tangki siluman di SPBU Tano Ponggol. Padahal, SPBU ini masih dalam proses penyidikan kepolisian terkait kasus kebakaran mobil pelangsir BBM ilegal.
Panyabungan, StartNews – Meskipun masih dalam penyidikan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Mandailing Natal (Madina) akibat insiden kebakaran mobil pelangsir, SPBU Tano Ponggol Nauli di Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM) diduga kembali membiarkan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi setelah sebuah video pengisian solar ke truk bertangki modifikasi atau “tangki siluman” viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook amar_cindur29, terlihat jelas aktivitas pengisian BBM jenis solar ke sebuah truk yang diduga telah dimodifikasi agar mampu menampung kapasitas di atas standar kendaraan normal.
Sorotan publik tertuju pada proses pengisian yang berlangsung leluasa tanpa adanya pemantauan atau pencegahan dari petugas SPBU, sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Madina, Sumatera Utara.\
Kejadian yang terekam kamera ini seolah menunjukkan pengelola SPBU tidak kapok, mengingat mereka saat ini masih terseret proses hukum terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Kasus sebelumnya bermula dari insiden kebakaran mobil Isuzu Carry yang mengangkut jerigen dan pompa minyak di lokasi SPBU yang sama pada 8 Juni 2026. Pengelola SPBU berinisial F telah menjalani pemeriksaan. Sementara pemilik kendaraan berinisial U masih mangkir dari panggilan kepolisian.
Terkait kasus kebakaran yang mengindikasi adanya praktik penimbunan BBM ilegal itu, penyidik Polres Madina sebenarnya telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.
Staf Humas Polres Madina Bripka Roy Manurung menegaskan proses hukum terus berjalan transparan dan penyidik tinggal melengkapi keterangan untuk melakukan penahanan fisik.
“Masih menunggu jadwal pemeriksaan dari ahli Migas agar para tersangka dilakukan penahanan,” tegas Roy, belum lama ini.
Munculnya video baru terkait truk tangki siluman ini memicu desakan agar polisi dan pihak berwewenang segera turun tangan memeriksa dan mengevaluasi operasional SPBU Tano Ponggol.
Langkah tegas diperlukan untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar didistribusikan tepat sasaran dan mencegah praktik penyelewengan yang dilakukan secara terang-terangan dan berulang.
Reporter: Sir




Discussion about this post