Panyabungan, StartNews Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution mengungkapkan bencana banjir dan tanah longsor pada 18 Desember 2021 yang melanda 14 kecamatan di Madina menyebabkan kerugian Rp 107 miliar.
Ini merupakan bencana terbesar sejak berdirinya Kaupaten Mandailing Natal, sehingga total kecamatan yang terkena terdampak banjir ada 14 kecamatan, kata Sukhairi usai kunjungan kerja ke Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jumat (21/1/2022).
Sukhairi mengungkapkan, ada 500 unit rumah rusak berat dan ringan, termasuk fasilitas sekolah beserta meubeler-nya, fasilitas kesehatan serta jalan dan jembatan yang rusak parah akibat bencana banjir.
Ada tiga orang yang menjadi korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Pemerintah daerah dalam hal ini berupaya melakukan pemulihan pasca bencana banjir. Kita akui ini merupakan bencana terparah di Mandailing Natal dan kerugian mencapai Rp 107 miliar, tegasnya.
Sukhairi mengaku sudah melihat kerusakan di empat desa di Siulangaling, yakni Desa Lubuk Kapundung I, Desa Lubuk Kapundung II, Desa Hutarimbaru, dan Desa Ranto Panjang. Kondisinya sangat memprihatinkan, ujarnya.
Sukhairi mengatakan pihaknya sedang menyusun proposal ke Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB). Sehingga, nantinya Kabupaten Madina mampu melakukan pemulihan bencana.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga mengalokasi biaya tak terduga (BTT). Saya berharap masyarakat Kabupaten Mandailing Natal tetap sabar dan tabah menghadapi bencana ini, pungkasnya.
Reporter: Rls





Discussion about this post