Temukan strategi mengatur porsi makan saat Ramadan agar tubuh tetap bugar dan berenergi. Simak tips urutan berbuka yang tepat hingga pentingnya gizi seimbang untuk pencernaan sehat.
Jakarta, StartNews – Menjaga pola makan selama bulan Ramadan menjadi kunci utama agar kebugaran tubuh tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa. Pengaturan asupan nutrisi yang tepat bukan sekadar tentang menghilangkan rasa lapar, melainkan bagaimana memberikan energi yang dibutuhkan tubuh secara bertahap tanpa membebani sistem pencernaan.
Proses pemulihan energi setelah seharian berpuasa sebaiknya dimulai dengan mengonsumsi air putih hangat dan buah-buahan segar yang memiliki rasa manis alami. Buah-buahan seperti kurma sangat dianjurkan karena kandungan karbohidrat dan energinya mampu mengembalikan stamina dengan cepat.
Sebaliknya, buah yang bersifat asam sebaiknya dihindari agar tidak memicu reaksi negatif pada lambung yang telah kosong selama belasan jam.
Satu hal yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara langsung saat berbuka. Tubuh memerlukan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali setelah sistem pencernaan beristirahat total.
Oleh karena itu, makan besar sebaiknya dilakukan setelah melaksanakan ibadah salat tarawih dengan tetap mengedepankan prinsip gizi seimbang, terutama dengan porsi sayuran yang lebih banyak.
Bagi sebagian orang, khususnya remaja, ada kekhawatiran makan malam setelah tarawih dapat memicu kenaikan berat badan. Padahal, makan malam tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi harian yang sempat hilang.
Kuncinya terletak pada pengaturan jenis makanan dan pemilihan waktu tidur. Sangat disarankan untuk memberikan jeda waktu antara waktu makan dan waktu tidur agar proses metabolisme berjalan maksimal.
Selain memperhatikan kualitas makanan, pengaturan waktu istirahat juga memegang peranan penting. Tidur lebih awal sangat dianjurkan agar tubuh mendapatkan pemulihan yang cukup sehingga rutinitas bangun sahur di dini hari tetap terjaga dengan kondisi fisik yang prima. (*)





Discussion about this post