• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Juni 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Sapunya Kotor, Macam Mana Mau Bersih?

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

by Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026
0 0
0
Sapunya Kotor, Macam Mana Mau Bersih?

Ilustrasi.

ADVERTISEMENT

ASAP kopi hitam mengepul di salah satu sudut warung kopi Pasar Jongjong, Panyabungan. Pagi itu, obrolan memanas seiring terbitnya matahari. Suara penyiar Radio StArt FM Panyabungan terdengar nyaring membaca berita tentang pawai obor 1 Muharram 1448 Hijriah semalam.

“Paten kali memang pidato Pak Bupati Saipullah semalam waktu pawai obor di alun-alun itu. Menyala kulihat semangatnya menyuruh kita bersatu melawan narkoba dari rumah. Memang bukan musuh biasa itu barang haram,” buka Pak Nas.

Pak Nasution akrab disapa Pak Nas, pegawai negeri sipil yang agak berhati-hati dalam bicara, cenderung pro-pemerintah dan selalu mencoba menyeimbangkan percakapan dengan memaparkan program-program resmi yang sedang berjalan.

“Betul itu, Pak Nas. Pak Saipullah sengaja menekankan benteng keluarga. Alih-alih cuma seremonial, momen 1 Muharram ini dijadikan titik balik pembersihan Madina. Orangtua diimbau berani melapor kalau anaknya terindikasi narkoba biar bisa direhab medis. Pola penanganan memang harus diubah total,” sahut Ustadz Syukur.

Ustadz Syukur pribadi yang tenang dan bijaksana. Selalu mengembalikan masalah pada pentingnya agama, moral, dan peran keluarga, namun tetap rasional melihat realitas sosial.

“Ah, cakap manis di atas mimbar aja itu. Memang kita disuruh lapor, tapi praktiknya di lapangan cemana? Orangtua ketakutan melapor. Apalagi nengok hukum kita ini. Coba kau pikir, macam mana awak tak muak, penjahatnya aja bebas berkeliaran terus!” gerutu Ucok sambil menyalakan rokok kreteknya.

Ucok ini pemuda yang blak-blakan, ceplas-ceplos mewakili suara akar rumput. Sering bicara dengan logat jalanan yang kental, muak dengan janji-janji manis, dan pesimis dengan hukum.

“Nah, di situlah letak penyakit kronisnya, Cok. Pak Bupati bilang penegakan hukum dari aparat tak akan cukup tanpa keluarga. Tapi pertanyaannya, aparatnya penegak hukum atau ‘pelindung’ hukum? Sudah jadi rahasia umum di Madina ini, ada oknum polisi hobi main tangkap lepas. Pagi digerebek masuk sel, sore udah ngopi dia di simpang jalan. Kalau cuma pemakai yang diperas lalu dilepas lagi, sampai kiamat pun narkoba di Madina ini takkan habis,” cecar Bang Lubis.

Sebagai wartawan senior, Bang Lubis berpikiran tajam, sinis, dan kritis. Tahu banyak rahasia di belakang layar dan sangat skeptis terhadap retorika pejabat jika tidak dibarengi eksekusi nyata di lapangan.

“Itu yang bikin hati saya miris sebagai pendidik, Bang Lubis. Anak-anak kami di sekolah yang jadi korban. Kita mati-matian suruh orangtua bentengi anak di rumah, tapi di luar ancamannya ngeri kali. Macam mana mau bersih Madina ini kalau sapunya sendiri kotor?” keluh Pak Guru Hasibuan.

Pak Guru Hasibuan ini pendidik yang idealis dan prihatin. Fokus utamanya keselamatan generasi muda dan nasib anak-anak didiknya di sekolah yang rentan terjerumus pergaulan bebas.

“Makanya FUI semalam pas pawai membacakan lima poin pernyataan sikap. Gayung bersambut itu namanya. Mereka mengutuk keras tempat hiburan malam berkedok karaoke keluarga di Jalan Lintas Timur Panyabungan. FUI mendesak polisi tangkap bandar dan sikat oknum yang jadi beking bisnis narkoba ini,” timpal Ustadz Syukur.

“Pemerintah daerah kan sudah komitmen, Ustadz. Pak Saipullah malah sudah menyurati seluruh camat untuk bikin gerakan yang sama biar ruang gerak pelaku maksiat ini sempit. Pemkab juga siap koordinasi dengan penegak hukum buat menutup kafe remang-remang yang membandel. Penyelamatan generasi muda ini harga mati kata beliau,” bela Pak Nas.

“Harga mati atau harga bisa ditawar, Pak Nas? Jangan sampai koordinasi ini cuma di atas kertas atau sekadar lip service. FUI sudah mendesak, bupati sudah mengimbau. Sekarang bola panasnya ada di aparat. Kalau oknum-oknum pelindung itu tidak dibabat habis, pernyataan bupati cuma jadi angin lalu. Kita butuh ketegasan, bukan sekadar mutasi jabatan atau teguran halus,” tembak Bang Lubis.

“Makanya itu, selain keluarga, Pak Bupati mengajak kita memakmurkan masjid lagi. Jadi pusat resolusi konflik sosial, bukan cuma tempat ibadah ritual. Jeda antara magrib dan isya itu kita jadikan ruang diskusi. Kita pantau sama-sama moralitas remaja di lingkungan kita,” jelas Ustadz Syukur menenangkan suasana.

“Cocok! Biar kita aja yang sikat kalau ada yang nampak mencurigakan di kampung kita. Kalau ada aparat main gila bekingi bandar, kita viralkan sekalian! Tak ada tawar-menawar buat masa depan Madina. Biar tahu rasa oknum-oknum itu kalau masyarakat udah bersatu padu,” pungkas Ucok tegas.

“Nah, kalau begitu ceritanya, baru awak sepakat. Mari sama-sama kita kawal. Jangan kasih kendor. Jangan cuma hangat-hangat tahi ayam,” tutup Bang Lubis sambil menyeruput sisa kopinya. (*)

Tags: BersihBurasKotorSapu
ShareTweet
Next Post
BNN Endus Celah Narkoba Cair, Bobby Nasution Haramkan Vape bagi ASN Sumut

BNN Endus Celah Narkoba Cair, Bobby Nasution Haramkan Vape bagi ASN Sumut

Discussion about this post

Recommended

Pria Ini Juga Lebaran di Penjara Gegara Bawa Kabur Mobil Angkot

Pria Ini Juga Lebaran di Penjara Gegara Bawa Kabur Mobil Angkot

1 tahun ago
Hebat, Tiga Pesepakbola dari Madina Perkuat Tim Sumut di PON XX Papua

Hebat, Tiga Pesepakbola dari Madina Perkuat Tim Sumut di PON XX Papua

5 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Dikabarkan Kembali Rotasi Tiga Kepala Dinas Sore Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilelang di Pemkab Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026