RSUD Panyabungan kini mengoperasikan 12 unit alat cuci darah (Hemodialisa) untuk melayani 24 pasien per hari. Simak komitmen Bupati Madina meningkatkan layanan kesehatan tanpa beban APBD di sini.
Panyabungan, StartNews – RSUD Panyabungan kini mengoperasikan 12 unit mesin Hemodialisa (HD) terbaru guna menjawab kebutuhan warga Mandailing Natal (Madina) terhadap layanan cuci darah. Kehadiran fasilitas medis ini menjadi angin segar bagi pasien gagal ginjal yang selama ini membutuhkan penanganan rutin tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution meninjau fasilitas cuci darah di gedung baru RSUD Panyabungan yang berlokasi di Panatapan, Jumat (20/2/2026).
Didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Saipullah mengatakan optimalisasi layanan kesehatan tetap menjadi fokus utama meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Saipullah menjelaskan, pengadaan alat-alat canggih tersebut dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga. Menurut dia, pola kemitraan ini merupakan solusi agar rumah sakit memiliki peralatan medis mutakhir tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara langsung.
“Kami bersyukur hari ini 12 mesin sudah bisa digunakan. Dengan kapasitas ini, RSUD Panyabungan dapat melayani hingga 24 pasien setiap harinya melalui sistem dua shift,” ujar Saipullah di sela-sela kunjungannya.
Dia mengatakan pengembangan unit layanan hemodialisa ini merupakan program prioritas yang sudah dirancang sejak proses pemindahan rumah sakit ke gedung baru. Pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas medis yang mumpuni.
Terkait potensi pengembangan kedepan, Saipullah menyebutkan infrastruktur ruangan yang tersedia masih memungkinkan untuk dilakukan penambahan unit pada masa mendatang. Hal ini bergantung pada kesiapan sumber daya manusia medis yang ada serta dinamika kebutuhan pasien di wilayah Madina.
“Ruangan yang kita miliki sebenarnya mampu menampung hingga 12 mesin. Kedepannya, jika tenaga medis kita sudah mencukupi dan kebutuhan masyarakat meningkat, jumlah mesin ini akan terus kita upayakan untuk ditambah,” kata Saipullah.
Dalam kunjungan tersebut, bupati dan wakil bupati juga berdialog dengan para pasien yang tengah menjalani perawatan. Selain memantau fungsi alat, keduanya memberikan dukungan moral agar para pasien tetap semangat menjalani proses pengobatan demi kesembuhan mereka.
Reporter: Sir





Discussion about this post