Pemkab Mandailing Natal resmi membuka pendaftaran Paskibraka 2026 secara online melalui aplikasi BPIP. Simak syarat, jadwal, dan cara daftarnya di sini.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mulai memproses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Berbeda dengan pola konvensional, tahun ini proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Langkah itu wujud tindak lanjut Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025. Pendaftaran telah dibuka sejak 27 Februari hingga 12 Maret 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Madina Kapsan Usman Utomo Nasution mengatakan penggunaan sistem online ini bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas seleksi. Seluruh siswa SLTA/MA sederajat di wilayah Madina punya kesempatan yang sama untuk bersaing secara terbuka.
“Kami mengimbau kepada seluruh kepala sekolah di tingkat SLTA atau MA sederajat se-Kabupaten Mandailing Natal untuk segera menginformasikan peluang ini kepada para siswa kelas sepuluh. Melalui sistem aplikasi BPIP ini, kita ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik yang terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi secara transparan,” ujar Kapsan, Jumat (6/3/2026).
Terdapat kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh para pelamar. Calon Paskibraka diwajibkan berusia minimal 16 hingga 18 tahun pada saat penugasan 17 Agustus nanti. Selain usia, tinggi badan minimal untuk putra 170 sentimeter dan putri minimal 165 sentimeter. Kondisi kesehatan fisik seperti bentuk kaki juga menjadi perhatian dalam verifikasi dokumen medis dari fasilitas kesehatan pemerintah.
Proses pendaftaran dimulai dengan pembuatan akun mandiri oleh siswa melalui laman resmi https://paskibraka.bpip.go.id. Setelah memiliki akun, peserta diwajibkan mengunggah sejumlah dokumen pendukung, mulai dari kartu keluarga, surat izin kepala sekolah, persetujuan orangtua, hingga salinan rapor dengan nilai minimal kategori baik.
Pada seleksi tahun ini, Pemkab Madina menargetkan kuota sebanyak 10 orang atau 5 pasang yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri terbaik. Keberhasilan pendaftaran bergantung pada ketelitian siswa dalam mengunggah berkas pada aplikasi sebelum batas waktu yang ditentukan.
Bagi pihak sekolah maupun siswa yang membutuhkan asistensi terkait penggunaan aplikasi atau kendala teknis lainnya, Badan Kesbangpol Madina telah menyediakan layanan informasi melalui admin resmi, yakni Marohan Nasution, Jamiah Nasution, dan Meihsal Batubara.
Reporter: Sir





Discussion about this post