Petani di Desa Sayur Matua mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) segera menuntaskan normalisasi 16 hektare sawah yang tertimbun pasir dan kerikil pasca banjir 2025.
Nagajuang, StartNews – Puluhan petani di Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengeluhkan kondisi lahan persawahan mereka yang hingga kini belum bisa ditanami akibat dampak banjir bandang pada November 2025. Lahan produktif seluas belasan hektare tersebut hingga saat ini masih tertimbun material kerikil dan pasir yang menghalangi aktivitas pertanian warga.
Salah seorang petani setempat, Sulhan Nasution, mengatakan terdapat sekitar 16 hektare lahan sawah di Desa Sayur Matua yang terbengkalai. Menurut dia, keterlambatan proses pemulihan (recovery) lahan telah menyebabkan para petani kehilangan satu siklus masa tanam yang seharusnya sudah membuahkan hasil.
“Ada sekitar 16 hektare lahan yang terdampak banjir. Sampai saat ini kami belum bisa turun ke sawah, padahal seharusnya sudah selesai satu kali panen,” ujar Sulhan melalui sambungan telepon pada Jumat (27/3/2026).
Guna mencari solusi atas persoalan tersebut, perwakilan petani Desa Sayur Matua menemui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madina Afrizal Nasution, Jumat (27/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam memulihkan lahan agar para petani dapat kembali bekerja.
Sulhan mengatakan pengerjaan lahan tersebut memerlukan bantuan alat berat, karena material banjir yang menimbun sawah sudah mulai mengeras.
“Harapan kami, pemerintah segera menurunkan alat berat untuk menguruk kerikil dan pasir yang sudah mengeras agar lahan itu bisa kami garap kembali,” tegasnya.
Sebenarnya, Bupati Madina H. Saipullah Nasution telah meninjau proyek pengerukan Sungai Aek Namora serta upaya normalisasi lahan persawahan di Desa Sayur Matua pada Minggu (4/1/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat lokal melalui normalisasi sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Saipullah menyatakan komitmennya untuk membantu para petani bangkit dari dampak bencana.
“Tugas kita adalah memastikan masyarakat, khususnya para petani, bisa cepat bangkit. Normalisasi ini penting agar produktivitas sawah di Nagajuang kembali pulih dan ekonomi warga berputar lagi,” kata Saipullah saat melakukan peninjauan di lokasi beberapa waktu lalu.
Meskipun pemerintah telah menunjukkan perhatian sejak Januari, warga menilai realisasi normalisasi di lapangan masih perlu ditingkatkan agar seluruh lahan yang terdampak dapat kembali produktif.
Reporter: Sir





Discussion about this post