Polres Tapsel menangkap seorang pria berinisial IS (39) di Saipar Dolok Hole, karena kedapatan membawa sabu seberat 1,14 gram di saku celananya.
Tapsel, StartNew – Anggota Satres Narkoba Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menangkap seorang pria berinisial IS (39) yang kedapatan membawa sabu seberat 1,14 gram di pinggir jalan Simangambat, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapsel, Minggu (31/5/2026).
Penangkapan warga Desa Sipogu, Kecamatan Arse itu bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya dugaan transaksi narkotika di kawasan Saipar Dolok Hole. Menindaklanjuti informasi itu, personel Polsek Saipar Dolok Hole langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dan menghentikan IS yang gerak-geriknya mencurigakan saat mengendarai sepeda motor.
Kasat Resnarkoba Polres Tapsel AKP Philip Antonio Purba membenarkan polisi langsung menggeledah pelaku saat menghentikan laju kendaraannya.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, personel menemukan barang bukti sabu dari saku celana terduga pelaku,” kata AKP Philip Antonio Purba.
Polisi menemukan dua paket plastik hitam yang disembunyikan di saku celana IS. Saku celana kanan depan berisi satu bungkus plastik hitam dengan dua plastik klip kecil sabu seberat 0,14 gram. Sedangkan saku celana kiri depan berisi satu bungkus plastik hitam dengan dua plastik klip sedang sabu seberat 1,00 gram.
Berdasarkan pemeriksaan awal, IS mengaku hanya bertindak sebagai kurir yang diperintah seseorang untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada dua pemesan di wilayah Simangambat dan Desa Damparan Haunatas. Sebagai imbalan mengantar paket sabu itu, IS dijanjikan akan diberikan sabu gratis untuk dikonsumsi sendiri serta uang jalan sebesar Rp30 ribu.
Saat ini, IS beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tapsel guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih memburu bandar utama serta jaringan yang terlibat dalam kasus ini.
“Perkara ini masih terus kami dalami, termasuk menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut,” jelas AKP Philip.
Reporter: Lily Lubis




Discussion about this post