Panyabungan, StartNews – Polres Mandailing Natal (Madina mulai melakukan penyelidikan kasus kebocoran H2S di wellpad AAE, pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Banjar Manggis Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina, Sumatera Utara yang terjadi pada Minggu (6/3/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Mulai hari ini tim sudah kita turunkan kesana untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Madina AKBP Reza Chairul Akbar Siddiq, Senin (7/3/2022).
Kapolres menyebut pada peristiwa tersebut, sebanyak 58 warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Update ada 58 korban, sebagian korban sudah pulang ke rumah, dan korban meninggal tidak ada,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan perbuatan anarkis dan perbuatan yang melawan hukum.
Sedangkan kepada perusahaan diminta untuk sementara menghentikan kegiatannya di lokasi buka sumur AAE-05. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Madina untuk melakukan langkah-langkah evaluasi sehingga kedepannya kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujar Kapolres.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa kebocoran H2S ini sudah dua kali terjadi pada perusahaan itu. Peristiwa pertama terjadi pada 25 Januari tahun 2021 yang lalu. Pada kejadian itu lima orang warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan orang dibawa ke rumah sakit.
Reporter: Rls





Discussion about this post